Kemajuan Pembangunan Manusia Belum Merata di Kepri

IPM Kepri 2026
Siswa SD Negeri 005 Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Kepri, mengikuti pawai budaya, Jumat (6/11/2026). ANTARA/Ogen

BPS mencatat IPM Kepri mencapai 81,12 pada 2026. Capaian pembangunan manusia antarkabupaten/kota masih belum merata.

TANJUNGPINANG (gokepri) – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepulauan Riau terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Provinsi ini masuk kelompok dengan status pembangunan manusia sangat tinggi. Namun, capaian tersebut belum merata di seluruh kabupaten dan kota.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat IPM provinsi ini mencapai 81,12 pada 2026. Angka tersebut meningkat dari 78,48 pada 2022. Rata-rata pertumbuhannya mencapai 0,82 persen per tahun.

“Capaian IPM Kepri pada 2026 masuk lima besar provinsi dengan status pembangunan manusia sangat tinggi,” ujar Pelaksana Tugas Kepala BPS Kepri Margaretha Ari Anggorowati, Jumat (6/11).

Baca Juga: IPM Tertinggi di Sumatera, Pemprov Kepri Dorong SDM Bersaing Global Lewat UMRAH Nexus Expo 2026

Jakarta mencatat IPM tertinggi sebesar 85,88. Daerah Istimewa Yogyakarta berada pada angka 83,43. Sementara itu, IPM Kepri mencapai 81,12, Kalimantan Timur 80,90, dan Bali 80,03.

Peningkatan IPM Kepri ditopang oleh perbaikan tiga dimensi pembangunan manusia. Ketiganya mencakup kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.

Pada dimensi kesehatan, BPS menggunakan indikator Umur Harapan Hidup saat Lahir (UHH). UHH Kepri pada 2026 mencapai 75,69 tahun.

Angka tersebut menggambarkan perkiraan usia hidup bayi yang lahir pada 2026. Dengan indikator itu, bayi diperkirakan dapat hidup hingga 75,69 tahun.

UHH tersebut meningkat 0,23 tahun atau 0,30 persen dibandingkan capaian 2025. Kenaikan ini menunjukkan perbaikan pada dimensi umur panjang dan hidup sehat.

Ads bp batam 2026 baru

Pada dimensi pendidikan, BPS menggunakan indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS). Kedua indikator ini menggambarkan harapan pendidikan anak dan capaian pendidikan penduduk dewasa.

HLS Kepri pada 2026 mencapai 13,32 tahun. Artinya, anak berusia tujuh tahun memiliki harapan menempuh pendidikan selama 13,32 tahun.

Durasi tersebut hampir setara dengan masa pendidikan hingga tahun pertama perguruan tinggi. HLS Kepri meningkat 0,04 tahun atau 0,30 persen dibandingkan 2025.

Sementara itu, RLS Kepri mencapai 10,84 tahun. Indikator ini mengukur rata-rata lama pendidikan formal yang telah ditempuh penduduk berusia 25 tahun ke atas.

Capaian tersebut setara dengan pendidikan SMA kelas X hingga XI. RLS Kepri meningkat 0,12 tahun atau 1,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pengeluaran Penduduk Kepri Ikut Meningkat

Dimensi ketiga adalah standar hidup layak. BPS mengukurnya melalui pengeluaran riil per kapita per tahun yang telah disesuaikan.

Pada 2026, pengeluaran riil per kapita penduduk Kepri mencapai Rp16.372.000 per tahun. Angka tersebut meningkat Rp491.000 atau 3,09 persen dibandingkan 2025.

Pertumbuhan itu lebih tinggi daripada rata-rata pertumbuhan pada 2022–2025. Dalam periode tersebut, pengeluaran riil per kapita tumbuh rata-rata 2,98 persen per tahun.

Meski IPM Kepri terus meningkat, capaian pembangunan manusia antardaerah masih berbeda. Dari tujuh kabupaten/kota, hanya Batam dan Tanjungpinang yang masuk kategori pembangunan manusia sangat tinggi.

Batam mencatat IPM tertinggi sebesar 84,27. Tanjungpinang menyusul dengan capaian 82,40.

Lima kabupaten lainnya masih berada dalam kategori pembangunan manusia tinggi. Natuna mencatat IPM 79,35, disusul Bintan sebesar 79,20.

Karimun memiliki IPM 76,65. Sementara itu, Kepulauan Anambas mencapai 74,76 dan Lingga 74,24.

Dengan demikian, selisih IPM Batam dan Lingga mencapai 10,03 poin. BPS juga mencatat perubahan status pembangunan manusia Tanjungpinang dari kategori tinggi menjadi sangat tinggi sejak 2022. ANTARA

Baca Juga: IPM Lampaui Target, Anambas Siapkan Arah Pembangunan 2027

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait