Mahathir Anggap PM Malaysia Muhyiddin Yassin Pengkhianat

MALAYSIA POLITICS

Malaysia (gokepri.com) – Drama politik yang memanas sepekan terakhir di Malaysia berakhir mengejutkan. Bukannya Mahathir Mohamad atau Anwar Ibrahim, Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah justru mengangkat Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia kedelapan. Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad tak sepakat dengan pengangkatan tersebut dan menganggap Muhyiddin adalah pengkhianat partai dan negara.

“Azmin Ali mempunyai agenda tersendiri, tetapi pengkhianat sebenarnya adalah Muhyiddin yang memang bercita-cita untuk menjadi Perdana Menteri,” ucap Mahathir dalam jumpa pers yang dilangsungkan sebelum pelantikan Muhyiddin di Istana Negara pada Minggu (1/3/2020) pagi, dikutip kantor berita Bernama.

Sejauh ini, Muhyiddin sendiri belum menanggapi soal tudingan Mahathir tersebut.

Kemarin, Pimpinan Partai Bersatu, Tan Sri Muhyiddin Yassin, diangkat sumpah jabatannya sebagai Perdana Menteri kedelapan. Upacara sumpah jabatan dilaksanakan untuk kantor Pengangkatan Janji Sumpah dan Sumpah Kerahasiaan sebagai Perdana Menteri di hadapan Yang di-Pertuan Agong al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin al-Mustafa Billah Shah. Sumpah ini dilakukan pada pukul 10.33 pagi di Istana Nasional Malaysia.

Dilansir Channel News Asia, diangkatnya Muhyiddin terjadi setelah Agong menggelar pertemuan dengan seluruh anggota parlemen Negeri “Jiran”. Dari hasil pertemuan tersebut, Raja Malaysia menetapkan bahwa sosok yang memegang mayoritas di lembaga legislatif Negeri “Jiran” adalah Muhyiddin.

“Karena itu, raja sudah memutuskan Muhyiddin sebagai PM Malaysia sejalan dengan Artikel 40(2)(a) dan 43(2)(a) Konstitusi Federal,” jelas Kepala Rumah Tangga dan Keluarga Kerajaan, Ahmad Fadil Shamsuddin.

Fadil menjelaskan, Raja Malaysia berargumen pengukuhan Muhyiddin tidak boleh ditunda karena berhubungan dengan masa depan negara. “Beliau berharap, ini adalah keputusan terbaik bagi siapa pun, dan berharap juga hasil ini akan mengakhiri krisis politik yang terjadi,” paparnya.

Pernyataan Fadil tersebut terjadi beberapa jam setelah Mahathir Mohamad kembali mencalonkan diri berbekal dukungan Pakatan Harapan.

Menjelang pelantikan, terlihat Aliansi pimpinan politik partai Bersatu dan Mufakat Nasional tiba di rumah Sri Muhyiddin. Tampak juga di rumah pimpinan partai Pribumi bersatu Malaysia, anggota parlemen Gajah, Mohd Redzuan Md Yusof, sekretaris jenderal PAS Takiyuddin Hassan, anggota parlemen Bera dan wakil presiden UMNO Ismail Sabri Yaakob, Presiden PAS Abdul Hadi Awang dan presiden MCA Dr. Wee Ka Siong. Pimpinan UMNO Dr. Ahmad Zahid Hamidi dan mantan dewan pimpinan PKR Azmin Ali juga tampak hadir beberapa menit setelahnya. (wan)

BAGIKAN