Mahasiswa UI Rancang Kapal Ambulans Covid-19

Kapal Ambulans
Desain Sinau Boat-19. (Foto: UI)

Depok (gokepri.com) – Tiga mahasiswa fakultas teknik Universitas Indonesia merancang kapal ambulans untuk mengangkut pasien Covid-19. Lengkap dengan teknologi komunikasi internet sehingga meminimalksan kontak petugas medis dan pasien.

Tiga mahasiswa itu menamai kapal medis itu dengan Sinau Boat-19 alias Smart Integrated Ambulance Boat for Covid-19. Mereka merancang inovasi kapal itu karena terbatasnya akses layanan kesehatan yang ada di pulau-pulau terpencil.

“Untuk menjawab kebutuhan transportasi laut guna memobilisasi pasien Covid-19 di pulau-pulau terpencil Indonesia,” ujar Fadhil Norman di Depok, awal pekan ini.

Fadhi Norman adalah salah satu dari tiga mahasiswa FTUI yang merancang Sinau Boat-19. Bersama dua temannya, Zahra Syahrika dan Satria Bagas, mereka merancang Sinau Boat-19 dengan dibimbing dosen FTUI, Achmad Riadi.

Kapal Sinau Boat-19 punya lambung ganda atau katamaran. Sinau menjadi transportasi pasien menuju tempat fasilitas kesehatan yang lebih baik. Fasilitas di dalam kapalnya lengkap layaknya rumah sakit.

“Kapal ambulans ini dapat juga menjadi rumah sakit sementara bagi pasien untuk mendapatkan perawatan,” sambung Fadhil.

Lihat Juga: Sudah 256 Pasien di Batam Sembuh dari Covid-19

Achmad Riadi, sang dosen, menjelaskan Sinau Boat-19 dirancang dengan desain yang dapat mengurangi kontak langsung antara tim medis dan kru kapal agar tidak mudah terpapar virus.

Kapal ambulans dilengkapi dengan teknologi komunikasi dengan Internet of Things sehingga bisa meminimalkan kontak tim medis dengan pasien selama perjalanan.

Dilengkapi sistem pemanggil perawat, sistem pintu pintar dan sistem lampu pintar yang dapat diakses langsung melalui smartphone tim medis dan pasien.

Jika pasien membutuhkan bantuan dan keadaan darurat, perawat dan dokter dapat memantau keadaan pasien dengan bantuan teknologi dari Internet of Things yang dihubungkan dengan aplikasi di dalam smart devices para tenaga medis.

“Agar mencegah terjadinya transmisi virus di dalam kapal,” sebut Achmad.

Lihat Juga: Dampak Covid-19 di Kepri, Belasan Ribu Pekerja Wisata Dipecat hingga Dipotong Gaji

Sinau Boat dirancang dengan lambung katamaran dengan pajang 21 meter, lebar 8,5 meter dan sarat air 1,3 meter. Kapal ini memakai material komposit sebagai material utamanya.

Panel surya ada di dek atas kapal yang dapat menghasilkan energi listrik sebesar 50,4 kWh sehingga dapat memenuhi kebutuhan listrik seperti sistem penerangan dan lain sebagainya.

Kapal dibagi menjadi dua zona yakni zona merah dan zona hijau. Pada zona merah di dek utama dijadikan tempat penanganan pasien Covid-19, sedangkan zona hijau dijadikan tempat kru kapal. Pada zona merah terdapat empat jalur utama yaitu jalur hijau, merah, biru dan ungu.

Lihat Juga: BP Batam Bagikan 16.999 Paket Sembako untuk Warga Batuampar

Terdapat beberapa akses untuk dek kru kapal yaitu melalui tangga depan kapal ataupun tangga vertikal di bagian belakang kapal. Pemisahan berdasarkan zona ini dimaksudkan untuk menekan probabilitas penularan Covid-19 antara pasien dan kru kapal. Terdapat juga ruang sterilisasi bagi tim medis ketika menuju atau dari ruang pasien.

“Di setiap ruang pada zona merah juga dipasang lampu UV C yang dapat mensterilkan ruangan,” tutur Fadhil.

Sinau Boat-19 telah dipresentasikan di ajang Lomba Aplikasi Inovatif dan Inspiratif untuk Covid-19 Indonesia. Lomba itu diiselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember pada 22 April-23 Juli 2020 lalu.

Sebanyak 138 tim mengikuti lomba ini dan tim UI yang merancang Sinau Boat-19 berhasil meraih juara 3 pada sub-lomba kapal transporter. (Cg)

Editor: Candra
Sumber: Newswire

BAGIKAN