Loka POM Kembalikan Skincare Sitaan dari Pabrik Kosmetik di Bintan

pembuatan kosmetik ilegal bintan
Kepala Loka POM Tanjungpinang, Irdiansyah. Foto: Gokepri.com/Engesti

Tanjungpinang (gokepri) – Pengadilan Negeri Tanjungpinang mengabulkan praperadilan M Satria Muda, pemilik perusahaan Tim Rumah Cantik di Bintan. Putusan ini mewajibkan Loka POM mengembalikan barang bukti yang disita dan menghentikan penyelidikan terkait kasus kosmetik ilegal.

“Pengembalian barang bukti dilakukan setelah PN Tanjungpinang mengabulkan permohonan praperadilan,” jelas Kepala Loka POM Tanjungpinang, Irdiansyah, Senin (20/5/2024).

Baca Juga:

Meski proses penyidikan dihentikan, Irdiansyah menegaskan Loka POM akan menindak tegas jika tim Rumah Cantik kembali melakukan pelanggaran. “Tapi kalau mereka mengulangi lagi, kita akan lanjutkan prosesnya,” tegasnya.

Irdiansyah mengimbau pemilik usaha untuk melengkapi izin produk sebelum diperjualbelikan. “Kami ingin menegaskan kembali bahwa produksi dan penjualan kosmetik tanpa izin edar merupakan pelanggaran serius yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Ia menyatakan kosmetik ilegal berpotensi mengandung bahan berbahaya yang dapat membahayakan penggunanya. “Kosmetik tanpa izin edar tidak diawasi secara ketat terkait keamanan dan kualitasnya,” jelas Irdiansyah. “Ini berbahaya jika digunakan oleh masyarakat.”

Diberitakan, Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang mengabulkan permohonan praperadilan Tim Rumah Cantik terkait penggeledahan dan penyitaan barang kosmetik yang dilakukan penyidik Loka POM Tanjungpinang.

Putusan ini dibacakan oleh Majelis Hakim Tunggal M Ikshan didampingi oleh panitera Hendri Hatorangan di PN Tanjungpinang, Kamis 15 Mei 2024.

Ketua Tim Kuasa Hukum, Dody Fernando mengatakan permohonan praperadilan telah dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Hasilnya, surat perintah penyidikan yang diterbitkan oleh Lokal POM Tanjungpinang cacat formil. Maka seluruh tindakan penyelidikan baik itu penggeledahan atau yang lainnya itu tidak sah atau batal.

“Berdasarkan pertimbangan putusan kemarin surat perintah penyidikan yang diterbitkan oleh Kepala Loka POM Tanjungpinang tanggal 23 April 2024 terdapat cacat formil sehingga seluruh tindakan penyidikan, yang dilakukan PPNS loka POM Tanjungpinang berdasarkan surat perintah penyidikan itu menjadi tidak sah dan batal,” jelas dia.

Pihaknya sudah mengirimkan surat terkait permintaan pengembalian barang bukti yang disita Loka POM Tanjungpinang. Sebagaimana tertuang dalam berita acara penyitaan yang dibuat oleh termohon tertanggal 23 April 2024, kepada pemohon.

“Semua yang disita harus dikembalikan. Ada sebanyak 82 barang bukti mulai dari bahan kimia dan skincare serta satu unit handphone Vivo 1919,” jelasnya.

Pada 23 April 2024, BPOM Kepri bersama petugas gabungan menggeledah salah satu rumah yang berada di depan Kompleks Citra Onix, Tanjung Uban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan.

Rumah yang digeladah BPOM itu diduga menjadi tempat pembuatan kosmetik ilegal. Loka POM Tanjungpinang, menyinta 80 produk kosmetik beserta alat bukti.

Penulis: Engesti Fedro

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BAGIKAN