Lobi-Lobi Investasi Energi Hijau Wiraraja

pulau bulan plts
Ilustrasi PLTS. (FOTO : UNSPLASH)

Kawasan Industri Wiraraja milik Akhmad Ma’ruf Maulana mengantongi investasi Rp200 triliun dari sejumlah perusahaan energi baru terbarukan (EBT). Sudah mulai pembangunan, tren baru investasi langsung di kawasan perdagangan bebas Batam.

Batam (gokepri) – Batam kini menjadi tujuan investasi sektor energi baru dan terbarukan (EBT) dari perusahaan asing. Sepanjang 2023, total investasi yang telah diserap mencapai Rp200 triliun.

Melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepulauan Riau (Kepri), perusahaan asing seperti Uwin Resource Regeneration, Atelier Solar Indonesia, serta Tynergy Technology Group menanamkan investasi di Batam.

HBRL

Baca Juga:

Sebelumnya, sejumlah perusahaan EBT asing juga telah mengucurkan investasinya di Batam, yakni PT Jaya Electrical Energy, Wiraraja Yunan International, serta Marubeni Global Indonesia yang berstatus sebagai Program Strategis Nasional (PSN).

PT Marubeni Global Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Tuas Power Singapura untuk mengekspor listrik hijau ke negara tersebut. Kesepakatan senilai USD9 miliar itu ditandatangani pada Senin 23 Oktober 2023 di sela-sela Singapore International Energy Week.

Tuas Power, anak perusahaan Huaneng Power International China, akan menjadi pembeli energi terbarukan yang berasal dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang diusulkan oleh Marubeni Global Indonesia, anak perusahaan Wiraraja Group di Batam, Kepulauan Riau.

Proyek ini direncanakan memiliki kapasitas puncak 4,1 gigawatt (GWp), dengan tambahan 10 GWp akan disimpan dalam sistem penyimpanan energi baterai (BESS).

Seluruh Penanaman Modal Asing (PMA) yang dibawa Kadin Kepri tersebut beroperasi di Kawasan Industri (KI) Wiraraja, Batam. “Kadin Kepri telah mampu menarik keterlibatan investasi asing dari 5 negara, yakni Amerika, Jepang, China, Singapura dan juga Taiwan. Secara keseluruhan total investasi sejak awal sampai yang baru masuk ini sudah mencapai Rp200 triliun lebih,” kata Ketua Kadin Kepri, Achmad Makruf Maulana di Batam, Jumat (24/11/2023), dikutip dari Bisnis.com.

Makruf mengungkapkan industri ramah lingkungan seperti EBT ini bakal menjadi primadona di Batam. Lokasi kota industri ini yang strategis di Selat Malaka membuat investor asing tidak bisa mengabaikan Batam begitu saja.

“Perusahaan yang baru masuk ini yakni Uwin, Atelier dan Tynergy yang kerap melakukan ekspansi di Wiraraja. Selain itu sebelumnya, ada konsorsium Marubeni yang menjalin kerja sama dengan Tuas Power dari Singapura,” ungkap Makruf yang juga merupakan Direktur Utama KI Wiraraja.

Dia menjelaskan investasi yang telah masuk itu berprogres pembangunannya di lapangan. Menurut Makruf, upaya jemput bola langsung ke luar negeri perlu dilakukan untuk menggandeng investasi asing. Dengan upaya tersebut, maka investor asing akan yakin dengan komitmen dunia bisnis di Batam.

“Ini merupakan momen yang tepat, di saat capaian investasi di Kepri masih belum menanjak, kami terus berusaha datangkan investasi langsung jemput bola ke negara asal dan ada hasilnya,” ucapnya.

Secara keseluruhan total investasi dari empat perusahaan ini mencapai USD272,5 juta. Sementara itu total tenaga kerja yang akan terserap mencapai 2.960 orang.

Sebagai gambaran, investasi energi terbarukan di Indonesia mencapai USD527 juta pada paruh pertama 2023, yang hanya 29,4 persen dari target setahun penuh sebesar USD1,79 miliar, menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Kapasitas daya energi terbarukan yang terpasang mencapai 12,73 GW pada pertengahan 2023, atau 15 persen dari kapasitas energi nasional sebesar 84,8 GW.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid masih optimistis bahwa investasi pada tahun depan akan tumbuh positif jika tetap menjaga iklim investasi yang kondusif.

Posisi Kepri yang sangat strategis merupakan keuntungan yang tidak dimiliki daerah manapun di Indonesia.

“Promosi investasi ke dalam dan ke luar negeri harus gencar dilakukan. Supaya investor tahu bahwa Batam sekarang sudah berubah dan semakin baik dari waktu ke waktu,” jelasnya.

Berdasarkan catatan Kementerian Investasi pada Triwulan III/2023, kontribusi Batam terhadap realisasi investasi Kepri mencapai USD 160,16 juta atau setara dengan Rp 2,37 triliun. Sebagian besar dari angka tersebut merupakan peningkatan nilai investasi Asing di Batam sepanjang Semester I (Januari-Juni) 2023 lalu. Di sisi lain, realisasi jumlah proyek PMA pada Semester I 2023 pun naik drastis dengan capaian sebesar 142,39% dibandingkan periode yang sama tahun 2022 lalu.

***

Pos terkait