Industri Mesin dan Elektronik Tetap Primadona Investasi di Batam

Investasi industri di Batam
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait. Foto: Dok. BP Batam

Batam (gokepri) – Sektor industri mesin dan elektronik menjadi penyumbang terbesar realisasi investasi asing di Batam sepanjang triwulan ketiga 2023.

Berdasarkan data Badan Pengusahaan (BP) Batam nilai penanaman modal asing atau PMA dari sektor usaha ini mencapai USD53,68 juta atau setara Rp794,48 miliar dalam kurun waktu tiga bulan Juli, Agustus dan September tahun ini. Jumlah proyeknya sebanyak 135 proyek.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait, menyebut sektor industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik dan jam masih dominan.

HBRL

Baca Juga: DATA INVESTASI: Singapura Negara Penyumbang Investasi Terbesar di Batam

Kemudian, lanjut Ariastuty, sektor lainnya yang mendominasi realisasi PMA adalah industri makanan yang mencatatkan 55 proyek dengan nilai USD40,58 juta atau setara Rp600,66 miliar.

Lalu diikuti oleh sektor industri karet dan plastik dengan total 55 proyek dan nilai USD19,2 juta atau setara Rp285,400 miliar.

“Kami optimis nilai realisasi PMA akan terus naik. Apalagi beberapa proyek besar juga akan berjalan,” ungkap Ariastuty, Kamis (23/11/2023).

Sesuai arahan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Ariastuty menegaskan BP Batam pun akan terus memberikan kemudahan perizinan dan meningkatkan kualitas pelayanan untuk para investor maupun calon investor. Sehingga, cita-cita untuk menjadikan Batam sebagai destinasi unggulan investasi bisa terwujud.

Mengingat, beberapa negara besar di Asia dan Eropa masih memercayakan Batam sebagai daerah untuk berinvestasi. “Mari semua pihak mendukung kemudahan investasi dengan menjaga situasi kondusif Kota Batam. Sesuai instruksi Kepala BP Batam, Bapak Muhammad Rudi, kami selalu berupaya untuk menjadikan Batam sebagai daerah unggulan investasi sehingga mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait