Lahirkan Kebun PKK, Atasi Stunting hingga Tadarus Desa ke Desa

PKK Lingga
Rapat koordinasi Tim PKK Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Sabtu 22 Januari 2022 di Aula Kantor Desa Musai. (foto: gokepri/Tambunan)

Lingga (gokepri.com) – Tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Lingga melaksanakan rapat koordinasi guna menyusun program kerja 2022.

Rapat dihadiri Tim Penggerak PKK dari semua desa dan kelurahan di kabupaten ini. Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Lingga Srinawati membuka rapat koordinasi tersebut pada Sabtu 22 Januari 2022 di Aula Kantor Desa Musai.

“Rapat bertujuan meluruskan kembali pengurus termasuk seragam serta beberapa tujuan atau visi misi dari PKK ini sendiri. Diharapkan semua Tim Penggerak PKK di desa atau kelurahan tidak sesuka hati mengubah kepengurusan,” papar Srinawati.

Soal seragam PKK mencuat dalam rapat karena ada beberapa tim PKK yang belum mendapat seragam tersebut. Srinawati meminta semua Ketua Tim PKK bekerjasama dengan kelurahan agar bisa memenuhi kelengkapan seragam PKK.

“Ini juga harus menjadi evaluasi kita bersama, terkait seragam PKK yang sebenarnya ini wajib diikuti oleh semua tim-tim penggerak. Dalam kegiatan apapun yang menghadirkan ibu-ibu PKK agar semua berseragam yang sama,” jelas dia.

Rapat lalu membahas program kerja yang harus sejalan dengan PKK Kabupaten Lingga. Salah satunya membentuk satu kelompok Albarzanji-bacaan-. Kelompok Albarzanji wajib ada di setiap desa yang akan tampil saat peringatan Hari Besar seperti Maulid Nabi.

“Jadi tidak harus bapak-bapak lagi,” jelas Srinawati.

Kemudian selanjutnya, untuk program di Pokja satu ini kata Srinawati juga akan ada sosialisasi tentang penyuluhan pola asuh anak remaja.

Di samping itu, berhubung tidak lama Lagi akan menyambut Bulan Suci Ramadan, maka nanti PKK Kecamatan akan membentuk jadwal Tadarus dari Kecamatan ke semua desa, yang selanjutnya juga akan dibagikan jadwal tadarusnya hingga dengan khataman.

“Jadi ini program wajib oleh semua tim-tim penggerak PKK,” ujar Srinawati.

Lebih lanjut kata Srinawati, karena setiap desa memiliki anggaran, jika memiliki program lain yang bisa disejalankan atau diselenggarakan oleh PKK, diminta untuk memberikan informasi ke Tim Penggerak PKK Kecamatan.

“Dan ini juga bertujuan untuk memajukan masing-masing desa atau kelurahan dengan kami berikan peluang untuk membuat ide-ide kegiatan yang bermanfaat di desa masing-masing, jadi mana nanti program yang bisa saya angkat maka akan kita coba lakukan disamping membantu program ekonomi di desa juga,” jelasnya.

Selain itu juga, terdapat beberapa program dari Pokja 2 dan 3, seperti meningkatkan usaha ekonomi dari keluarga misalnya UMKM, dan peningkatan tentang hatinya PKK yakni berkebun atau kebun PKK yang bertujuan untuk menambah penghasilan ekonomi keluarga.

Sementara Pokja 4, mengangkat tentang isu stunting, yang program ini diselenggarakan oleh pusat, yang kemudian diturunkan ke wilayah provinsi, hingga sampai ke wilayah desa.

“Karena memang Stunting ini sangat perlu kita perhatikan, karena seribu hari kelahiran pertama sangat diperlukan, kalau sudah terkena Stunting, maka masa depan anak itu akan kesulitan untuk benar-benar hidup dalam kondisi sehat seperti yang kita harapkan. Jadi dari seribu hari kelahiran pertama, harus kita perhatikan mulai dia dari remaja putri, sampilah ke calon-calon pengantin,” jelas Srinawati.

Penulis: Tambunan