Kunjungan Wisman Desember 2020 ke Kepri Anjlok 99,8 Persen

Kunjungan wisman ke Kepri
Ilustrasi - Wisman di Batam sebelum pandemi. (Foto: istimewa)

Tanjungpinang (gokepri.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat anjloknya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Desember 2020 dibanding tahun sebelumnya. Dibandingkan kunjungan wisman pada Desember 2019, terjadi penurunan kunjungan wisman ke Kepri hingga 99,80 persen.

“Jumlah kunjungan wisman ke Provinsi Kepulauan Riau selama Desember 2020 tercatat sebanyak 542 kunjungan. Hal ini berarti mengalami penurunan 3,39 persen dibanding bulan sebelumnya, November 2020, sebanyak 561 kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Desember 2019, terjadi penurunan sebesar 99,80 persen,” catat BPS Kepri.

Wisman yang berkunjung ke Kepri pada Januari hingga Desember 2020 didominasi wisman berkebangsaan Singapura. Jumlahnya mencapai 44,91 persen dari total wisman selama Januari sampai dengan Desember 2020.

Anjloknya kunjungan wisman ke Kepri paling banyak terjadi di Tanjungpinang dan Karimun, mencapai 100 persen. Sementara kunjungan wisman ke Bintan turun 99,88 persen dan Batam turun 99,75 persen.

Berbeda dengan Kepri, BPS pusat mencatat tren kenaikan kunjungan wisman pada Desember 2020 dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, wisman yang datang sebagian besar bukan untuk tujuan berwisata, tetapi untuk tujuan bisnis.

Jumlah kunjungan wisman pada Desember 2020 secara nasional sebanyak 164.088 kunjungan, dibanding 144.467 pada November 2020. Meski ada kenaikan 13,58% secara bulanan, tetapi secara tahunan kunjungan wisman ini menurun curam sebesar 88,08% secara tahunan atau dibandingkan periode Desember 2019.

“Wisman yang datang pada bulan Desember ini sebagian besar merupakan wisman bisnis. Baik yang melakukan tugas untuk melakukan misi tertentu, bukan wisman yang melakukan leisure,” ujar Kepala BPS Suhariyanto, Senin (1/2/2021).

Baca juga: Lagoi Dibuka untuk Wisman Februari 2021, Restu dari Kemenparekraf

Secara akumulatif, sepanjang tahun 2020 lalu, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia hanya 4,02 juta kunjungan. Jumlah ini turun 75,03% dibanding 2019 yang mencapai 16,11 juta.

“Kita semua tahu, pandemi membawa dampak yang luar biasa buruknya ke sektor pariwisata dan sektor-sektor pendukungnya. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara. Karena banyak negara yang merupakan pasar utama wisman Indonesia masih memberlakukan larangan bepergian atau travel ban ke luar negeri. Bahkan beberapa negara yang mengalami second wave itu kembali melakukan lockdown,” ujar Suhariyanto. (wan)

BAGIKAN