Tanjungpinang (gokepri.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepulauan Riau memberikan respon soal kericuhan yang terjadi pada saat rapat pleno tingkat kabupaten/kota di Tanjungpinang, 1 Maret 2024 lalu.
Ketua KPU Kepri Indrawan mengatakan, akan melakukan evaluasi terkait kondisi yang terjadi. Menurutnya, aksi kericuhan yang terjadi merupakan sebuah dinamika.
KPU juga akan melakukan koordinasi dengan Bawaslu agar berita acara pasca kericuhan bisa dicari jalan tengah. Jika memang data yang diajukan saksi benar adanya maka akan difasilitasi untuk lanjut ke jenjang berikutnya.
Baca Juga: Ricuh, Pleno Rekapitulasi Suara di Tanjungpinang Diskors
“Kita akan evaluasi. Kami juga akan minta keterangan dari KPU dan Bawaslu kota Tanjungpinang,” kata dia, Rabu 6 Maret 2024.
Ia menjelaskan, KPU tidak akan membacakan berita acara kejadian khusus itu pada rapat pleno tingkat provinsi. Namun kejadian itu akan dilakukan evaluasi di tingkat kota.
“Kami tidak bacakan semua hari ini,” kata dia.
Saat ini, pleno penghitungan suara dilakukan berurutan dari setiap kabupaten kota yang diawali dari Kabupaten Bintan.
“Pertama Bintan, kemudian usai skorsing Natuna, Anambas, Lingga, Karimun, Tanjungpinang, dan terakhir Kota Batam,” kata Indrawan.
Ia menambahkan, saat ini Batam masih melakukan proses rekapitulasi dan kemungkinan akan bergabung pada malam hari atau paling lambat besok.
“Insya Allah Batam akan segera bergabung. Memang masih ada waktu. Semoga bisa hari ini,” ucapnya.
Menurutnya, perhitungan suara yang dimulai dari Bintan berjalan dengan baik dan aman.
“Alhamdulillah Bintan lancar dan kabupaten kota lain juga sama,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









