Rencana diteken saat kunjungan Presiden Prabowo, negosiasi harga masih berlangsung.
SEOUL (gokepri) – Korea Selatan berencana mengekspor 16 jet tempur KF-21 Boramae ke Indonesia. Kesepakatan itu diproyeksikan diteken bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada 31 Maret–2 April 2026.
Sumber pemerintah Korea Selatan, Kamis (19/3/2026), menyebutkan, kedua negara tengah merampungkan rincian perjanjian ekspor, termasuk negosiasi harga yang ditargetkan selesai pada semester pertama tahun ini. Jika tercapai, kontrak tersebut akan menjadi penjualan luar negeri pertama jet tempur buatan Korea Selatan.
Baca Juga: Lebih 4.000 Sekolah di Korea Selatan Terpaksa Tutup
Program KF-21 diluncurkan pada 2015 untuk mengembangkan jet tempur supersonik sebagai pengganti armada F-4 Phantom dan F-5 Tiger II milik Angkatan Udara Korea Selatan yang telah menua. Proyek ini dikerjakan oleh Korea Aerospace Industries (KAI) bersama sejumlah mitra, termasuk Indonesia.
Indonesia sejak awal terlibat sebagai mitra pengembangan dengan komitmen menanggung sekitar 20 persen biaya proyek hingga Juni 2026. Sebagai bagian dari kerja sama, Indonesia memperoleh skema transfer teknologi dan peluang keterlibatan dalam pengembangan industri kedirgantaraan.
Dalam perkembangannya, Indonesia mengalami keterlambatan pembayaran kontribusi dan mengusulkan penyesuaian porsi pendanaan. Pemerintah Indonesia mengajukan pengurangan kontribusi dengan konsekuensi penyesuaian tingkat transfer teknologi.
Pada Juni 2025, kedua negara menyepakati revisi kontribusi Indonesia menjadi sekitar 600 miliar won atau setara Rp6,7 triliun, lebih rendah dari komitmen awal. Kesepakatan tersebut mengatur kembali skema pendanaan dan kerja sama dalam proyek KF-21.
Selain itu, otoritas Korea Selatan melakukan penyelidikan terkait dugaan pelanggaran dalam pengelolaan teknologi yang melibatkan insinyur asal Indonesia di Korea Aerospace Industries. Proses tersebut menjadi bagian dari pengawasan dalam proyek pengembangan bersama.
Secara teknis, KF-21 merupakan jet tempur multirole yang dirancang untuk menjalankan misi udara-ke-udara dan udara-ke-darat. Pesawat ini dilengkapi sistem avionik modern dan radar Active Electronically Scanned Array (AESA).
Pada Januari 2026, KF-21 telah menyelesaikan rangkaian uji terbang tanpa kecelakaan. Badan pengadaan pertahanan Korea Selatan menargetkan penyelesaian pengembangan pada semester pertama 2026, dengan pengiriman unit awal ke Angkatan Udara Korea Selatan dijadwalkan pada semester kedua tahun yang sama. YONHAP-OANA
Baca Juga: Tiga Raksasa Korea Selatan Siapkan Investasi Rp99 Triliun di Indonesia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








