JAKARTA (gokepri) — Ancaman penutupan Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap perdagangan global. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia ke Uni Emirat Arab (UEA) mencapai 4 miliar dolar AS sepanjang 2025.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Ketegangan meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan menutup jalur tersebut di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan dampak langsung terhadap perdagangan Indonesia belum bisa dihitung. “Dampaknya belum bisa dipastikan. Masih perlu kajian lanjutan,” kata Ateng di Jakarta, Senin (2/3).
Baca Juga: Harga Minyak Melonjak 13 Persen, Pasar Cemas Selat Hormuz Terganggu
BPS mencatat, impor nonmigas Indonesia dari UEA pada 2025 mencapai 1,4 miliar dolar AS. Komoditas terbesarnya meliputi logam mulia dan perhiasan, aluminium, serta bahan bangunan seperti batu dan semen.
Dari Oman, impor nonmigas tercatat 718,8 juta dolar AS, didominasi besi dan baja. Sementara dari Iran nilainya relatif kecil, sebesar 8,4 juta dolar AS, terutama buah-buahan dan produk logam.
Di sisi ekspor, nilai perdagangan Indonesia dengan negara-negara tersebut jauh lebih besar. Ekspor nonmigas ke UEA mencapai 4 miliar dolar AS. Produk utamanya antara lain minyak dan lemak nabati, kendaraan dan komponennya, serta logam mulia.
Ekspor ke Oman tercatat 428,8 juta dolar AS, sedangkan ke Iran sebesar 249,1 juta dolar AS. Komoditasnya meliputi minyak nabati, kendaraan, bahan mineral, dan produk pertanian.
Menurut Ateng, data tersebut memberi gambaran awal mengenai potensi paparan perdagangan Indonesia jika gangguan pelayaran benar terjadi.
Sebelumnya, Brigadir Jenderal IRGC Ibrahim Jabari menyatakan pasukan Iran menutup Selat Hormuz menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran. Pernyataan itu disampaikan kepada penyiar Al-Mayadeen pada Sabtu (28/2).
Konflik memanas setelah laporan serangan terhadap wilayah Iran yang menimbulkan korban dan kerusakan. Iran kemudian meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel dan menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. ANTARA
Baca Juga: Timur Tengah Memanas, 201 Tewas dalam Serangan ke Iran
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







