Kondisi Membaik, Pasien Covid-19 JN.1 di RS Elisabeth Diizinkan Pulang

Flu Singapura Batam
Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi. Foto: ANTARA

Batam (gokepri) – Seorang pasien Covid-19 varian JN.1 di RS Elisabeth Batam diizinkan pulang karena kondisinya membaik. Pasien berusia 68 tahun itu dirawat dengan kondisi mual dan muntah.

“Sekarang sudah pulang,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi saat diminta konfirmasi, Selasa, 19 Desember 2023.

Menurut Didi, pasien tersebut memang sempat menjalani perawatan di rumah sakit dan positif terpapar virus Covid-19 varian JN.1. Namun ia menekankan temuan kasus Covid-19 ini tidak seheboh seperti yang diinformasikan.

Baca Juga: 

Ia menjelaskan warga Batam yang terindikasi kasus COVID-19 itu berusia 68 tahun. Gejala yang dialami pun tidak separah kasus COVID-19 pada awal tahun 2019.

“Tanggal 19 Desember 2023 masuk lab diperiksa positif COVID-19, suspect. Kalau ada pemeriksaan pasti kita semua kena tapi karena gejala biasa ya jadi tidak diperiksa,” kata dia.

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat agar menjaga kesehatan dan tidak melakukan perjalanan keluar negeri jika kondisi tubuh kurang baik. “Kalau tak sehat jangan keluar rumah. Lengkapi vaksin kalau batuk-batuk ya pakai masker, ” Katanya

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengonfirmasi penemuan kasus penularan virus penyebab COVID-19 varian JN.1 di wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu di Jakarta, Selasa, masing-masing satu kasus infeksi virus corona tipe SARS-CoV-2 varian JN.1 ditemukan di Jakarta Selatan pada 11 November 2023, Jakarta Timur pada 23 November 2023, dan Batam pada 13 Desember 2023.

Virus corona varian JN.1 dilaporkan berkaitan dekat dengan varian BA.2.86 dan dikhawatirkan dapat mempengaruhi pola penularan dan tingkat keparahan akibat COVID-19.

Maxi juga menyebutkan bahwa menurut laporan per 18 Desember 2023 ada dua kasus kematian akibat COVID-19, masing-masing satu kasus di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dan RSUD Tarakan.

“Satu pasien meninggal sudah divaksin dua kali dan memiliki komorbid. Satunya lagi belum pernah divaksin dan mengalami infeksi paru-paru,” katanya.

Namun, menurut dia, kedua kasus kematian tersebut tidak disebabkan oleh virus corona tipe SARS-CoV-2 varian JN.1.

Ia mengatakan bahwa satu kasus kematian pasien akibat infeksi virus SAR-CoV-2 yang sebelumnya dilaporkan terjadi di RSPI Prof Dr Sulianti Saroso Jakarta juga tidak disebabkan oleh infeksi virus varian JN.1.

“Yang meninggal di RSPI hasil whole genome sequencing-nya tidak ada yang JN.1,” kata dia.

Menurut laporan perkembangan penularan COVID-19 yang disiarkan oleh pemerintah pada 18 Desember 2023, ada 2.243 kasus baru penularan COVID-19 dengan dua kasus kematian akibat penyakit tersebut di Indonesia.

Kementerian Kesehatan mengimbau warga melengkapi vaksinasi COVID-19 untuk menghindari risiko penularan penyakit tersebut menjelang libur Natal dan tahun baru, masa ketika pergerakan orang meningkat.

​​​​​​​”Masyarakat diimbau untuk segera melengkapi dosis vaksin COVID-19, segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat di puskesmas atau Kantor Kesehatan Pelabuhan. Jangan ditunda-tunda,” kata Maxi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro

Pos terkait