KEUANGAN DAERAH: APBD Kepri Rendah, Gubernur Sasar Pajak dan Genjot Pertumbuhan Ekonomi

Gubernur Kepri Ansar Ahmad. (
Gubernur Kepri Ansar Ahmad. (Foto: gokepri/Engesti)

Batam (gokepri.com) – Gubernur Kepri Ansar Ahmad  fokus menyasar perolehan pajak dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi demi memperkuat keuangan daerah lewat APBD.

Rendahnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepri membuat Gubernur Kepri Ansar Ahmad harus memutar otak untuk mencari sumber pendapatan lain guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada APBD 2022.

Ansar Ahmad menyebut pihaknya akan berupaya untuk meningkatkan PAD di Kepri. Pemprov akan menyasar objek lain dan memanfaatkan potensi lain untuk meningkatkan PAD.

HBRL

|Baca Juga: APBD 2022: Pemprov Kepri Prioritaskan Pemulihan Ekonomi

“Semua potensi akan kami optimalkan untuk meningkatkan PAD,” kata Ansar di RS Hj Bunda Halimah, Selasa (2/11).

Namun, untuk saat ini pihaknya masih mengandalkan potensi pajak kendaraan bermotor dan pajak ATB yang masih berhutang ke Pemprov Kepri hingga milyaran.

“Kendaraan bermotor kami hapuskan denda semua. Nanti juga pajak ATB yang masih hutang sama kita Rp40 miliar,” katanya.

Di luar itu, potensi lain untuk meningkatkan PAD akan dioptimalkan oleh Pemprov Kepri. Seperti, penambahan jumlah wajib pajak dan perluasan objek pajak atau ekstensifikasi pajak.

“Secara intensitasnya kami akan optimalkan tapi kami juga akan melakukan ekstensifikasi,” katanya.

Meski demikian, Ansar masih berharap pemrov Kepri dapat mengelola kegiatan labuh jangkar yang kabarnya saat ini masih dalam pembahasan yang cukup alot dengan pemerintah pusat.

Sebab, katanya Pendapatan Asli Daerah dari pengelolaan labu jangkar cukup besar.

“Labuh jangkar kita yang sampai saat ini belum bertemu dengan pemerintah pusat. Saya kira pelan-pelan saya tidak mau berkeras-keras,” katanya. (Engesti)

|Baca Juga: APBDP Kepri Disahkan Sebesar Rp3,918 Triliun

Pos terkait