Ketua PWI Kepri: Informasi di Medsos Jadi Tantangan Media Online

tantangan media online
Ketua PWI Kepri Candra Ibrahim dalam FGD pencegahan hoaks Pemilu 2024 bersama Polda Kepri. Foto: Gokepri.com/Muhammad Ravi

Batam (gokepri.com) – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri Candra Ibrahim menyebut media online seperti menggali kuburannya sendiri di tengah tantangan arus informasi di media sosial.

“Kita ini seperti mulai menggali kuburan bagi diri kita sendiri. Kapan media konvensional mulai menggali kuburannya sendiri, ketika melakukan dan memberitakan yang sudah dibilang di media sosial tanpa pengayaan,” kata Candra dalam FGD bersama Polda Kepri, di Batam, Rabu, 11 Oktober 2023.

Candra mengatakan 10 tahun lalu, media online ketika lahir menjadi tantangan bagi media konvensional seperti koran dan majalah, namun hari ini, media online telah bertransformasi menjadi media konvensional dengan tantangan yang baru pula.

HBRL

Baca Juga: Polda Kepri dan PWI Kepri Gelar FGD, Cegah Penyebaran Hoaks Pemilu 2024

“Media konvensional mendapat tantangan dari media online yang lahir 10 tahun yang lalu, tetapi media online sudah mendapat tantangan baru sebagai media konvensional dari segala macam informasi dari sosial media. Yang tadinya media online modern menjadi konvensional hari ini dia sudah di belakang menghadapi tantangan dari media sosial,” kata Candra.

Candra menjelaskan media sosial harus menjadi alat untuk dimanfaatkan oleh media online sebagai platform penyebarluasan informasi yang faktual.

Candra menyayangkan masih ada media konvensional yang terbawa arus dan dimanfaatkan oleh media sosial.

“Untuk menambah pembaca seperti itu maka media sosial yang kita manfaatkan, jangan kebalik,” ucapnya.

Menurutnya keliru apabila media online sebagai media konvensional memberitakan informasi dari media sosial yang belum jelas kebenarannya hanya karena informasi tersebut viral.

“Karena yang namanya berita pastilah dilakukan melalui proses pengayaan, yang menyebar hari ini di kita sekarang, media konvensional dikelilingi oleh belantara media sosial yang tidak tahu tanggungjawabnya, tidak tahu kemana kita harus meminta tanggungjawab,” kata Candra.

Menurut dia apa yang sedang viral di media sosial bisa melakukan pengayaan atau upaya-upaya menambah informasi.

“Seperti pendapat narasumber dan data-data,” lanjutnya

Pihaknya juga mengapresiasi wartawan-wartawan yang tergabung dalam PWI Kepri yang sudah mengikuti UKW dan media-media yang telah terverifikasi faktual oleh Dewan Pers.

Candra berharap dengan hal itu, ke depan tidak ada lagi media-media yang menyebarkan berita bohong dan mampu menjadi pelopor untuk menekan informasi hoaks.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

Pos terkait