Ketua Kadin Batam tentang 23 Tahun Provinsi Kepri: Momentum Perkuat Daya Saing

Hari Jadi Kepri

BATAM (gokepri) – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memasuki usia 23 tahun pada 24 September 2025 dengan catatan pertumbuhan ekonomi yang solid di tengah dinamika global. Dari perspektif dunia usaha, sektor manufaktur dan pariwisata menjadi pendorong utama. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk, menilai momentum ini sebagai refleksi untuk memperkuat daya saing daerah sebagai gerbang ekonomi Indonesia bagian barat.

Didirikan melalui Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2002, Kepri telah bertransformasi menjadi pusat industri dan destinasi wisata unggulan. Pada 2024, ekonomi provinsi ini tumbuh sebesar 5,02 persen year-on-year dan menunjukkan ketahanan di atas rata-rata nasional. Per triwulan pertama 2025, ekonomi Kepri tumbuh 5,16 persen.

Angka ini mencerminkan kontribusi signifikan dari sektor perdagangan, industri pengolahan, dan jasa, yang semuanya bergantung pada lokasi strategis Kepri di Selat Malaka.

HBRL

Sektor pariwisata, salah satu tulang punggung ekonomi daerah, menunjukkan tanda-tanda pemulihan pascapandemi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, jumlah kunjungan wisman mencapai 1.667.081 orang, meningkat 8,90 persen dibandingkan tahun 2023. Kunjungan ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Dari kacamata pelaku usaha, Jadi Rajagukguk menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memaksimalkan potensi ini. “Hari jadi ke-23 ini bukan sekadar perayaan, tapi momentum refleksi. Ekonomi Kepri telah tumbuh stabil berkat ekosistem bisnis yang matang. Namun, untuk pariwisata, kita perlu investasi lebih besar di infrastruktur agar bisa bersaing dengan Singapura atau Malaysia,” ujar Rajagukguk di Batam, kemarin. “Dunia usaha siap berkolaborasi dengan Pemprov Kepri,” tambahnya.

Jadi juga menyoroti bahwa sektor manufaktur, khususnya elektronik dan logistik, menyumbang lebih dari 50 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepri. Optimisme serupa terlihat di sektor pariwisata. “Kita punya modal alam yang luar biasa. Dengan promosi terintegrasi, pariwisata bisa terus jadi penyumbang PDRB.”

Bagi dunia usaha, usia 23 tahun Kepri adalah babak baru untuk mewujudkan memajukan provinsi ini sebagai motor penggerak ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Bisakah Wisata Medis Batam Bersaing dengan Singapura dan Malaysia?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait