Tanjungpinang (gokepri.com) – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Mohammad Bisri, mengingatkan warga untuk mewaspadai ancaman virus nipah dari Malaysia. Mengingat Kepri berbatasan langsung dengan negara tetangga ini.
“Dari beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya kelelawar buah yang bergerak secara teratur dari Semenanjung Malaysia ke Pulau Sumatera. Atau melalui perdagangan babi ilegal dari Malaysia ke Indonesia,” ungkap Bisri.
Bisri menjelaskan, virus nipah pertama kali ditemukan pada tahun 1998, terjadi di antara peternak babi di Malaysia. Nama virus nipah berasal dari sebuah desa di Malaysia, Sungai Nipah.
Virus ini langka, menginfeksi babi dan dapat menyebabkan gejala mirip flu dan kerusakan otak. Virus tersebut berpotensi menyebar ke Indonesia melalui perantara hewan ternak babi dan kelelawar pemakan buah dari Malaysia. Virus ini juga dapat menyebabkan ensefalitis atau radang otak, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kini, virus itu merebak di China dengan tingkat kematian hingga 75 persen. Virus itu berpotensi menjadi pandemi besar berikutnya.
Bisri mengimbau masyarakat terutama anak-anak untuk tidak mengonsumsi buah bekas gigitan kelelawar, misalnya mangga dan jambu. Saat membeli buah-buahan di pasar, masyarakat harus mencuci dengan bersih dan sehat.
Baca juga: Corona Virus Menular, Tak ada Alasan Masyarakat Tolak Vaksin
“Virus nipah memang belum dilaporkan terjadi di Indonesia, khususnya Kepri. Tapi kita wajib waspada, apalagi WHO menyatakan kalau virus ini berpotensi jadi pandemi,” katanya.
Bisri mengajak semua pemangku kepentingan terkait, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Balai Karantina Pertanian bisa memperketat arus lalu lintas penumpang dan barang di pintu masuk Kepri. “Mereka gerbang terdepan untuk menjaga agar virus apapun dari luar negeri tidak masuk ke daerah kita,” jelasnya. (wan)









