Kepabeanan Jangan Jadi Penghambat Industri di Batam

Kepabeanan Industri di Batam
Kepala Bea dan Cukai Batam Susila Brata bersama BSOA dan jajaran PT Karya Teknik Utama, perusahaan galangan kapal di Sagulung. Bea dan Cukai mengunjungi industri ini pada Kamis 8 April 2021. (foto: bcbatam.beacukai.go.id)

Batam (Gokepri.com) – Kepala Kantor Bea dan Cukai Batam Susila Brata menggalakkan dialog dengan pelaku usaha demi membangkitkan kembali industri yang terpukul akibat pandemi Covid-19.

Yang terbaru, Susila mendatangi salah satu industri galangan kapal dan BSOA atau Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA) pada Kamis 8 April 2021 pekan lalu.

Menjalankan fungsi sebagai Industrial Assistance, Bea Cukai Batam kembali mengadakan Customs Visit Customer (CVC) ke Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA).

Dalam CVC ini, Bea Cukai Batam melakukan kunjungan ke salah satu perwakilan anggota dari BSOA, PT Karya Teknik Utama, yang berlokasi di Sagulung, Batam. Bea Cukai Batam memberikan informasi serta memberikan solusi pada permasalahan terkait kepabeanan dengan berdiskusi bersama Novi Hasni selaku kepala harian BSOA.

Kegiatan CVC kali ini langsung dipimpin oleh Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata.

“Bea Cukai Batam selalu siap memberikan asistensi kepada pengguna jasa. Bea Cukai Batam akan terus berupaya agar proses kepabeanan tidak menghambat proses bisnis industri di Indonesia, khususnya di Batam.” ucap Susila Brata.

“Di kala pandemi seperti saat ini, kita harus melihat peluang untuk mendukung peningkatan industri di Indonesia. Dengan mendukung industri galangan kapal di Batam, kita dapat melihat multiplier effect yang diberikan, karena industri padat karya akan banyak memberi kesempatan lapangan kerja dan menyerap banyak tenaga kerja.” ujar Susila Brata dalam diskusi bersama Novi Hasni.

Dalam diskusi tersebut, permasalahan yang dipaparkan pihak asosiasi yaitu terkait penginputan konversi bahan baku pada sistem CEISA piloting. Hal ini dikarenakan saat melakukan konversi banyak detail bahan baku yang harus diinput satu-persatu.

Bea Cukai Batam memberikan solusi dalam penginputan melalui media CSV. Dengan menginput data dalam media CSV sesuai ketentuan, kegiatan penginputan bahan baku oleh pihak asosiasi dapat lebih mudah dilakukan. Apabila pihak asosiasi kesulitan dalam melaksanakan penginputan, Bea Cukai Batam selalu siap melakukan asistensi terhadap permasalahan tersebut.

BSOA didirikan pada tanggal 7 Agustus 1997 sebagai organisasi nirlaba oleh perusahaan galangan kapal yang menjadi pionir pertumbuhan industri galangan kapal dan lepas pantai di Pulau Batam dengan anggota sebanyak 64 perusahaan. BSOA berperan dalam mengembangkan dunia usaha khususnya di bidang perkapalan dan lepas pantai di Indonesia.

Bea Cukai Batam, mendukung BSOA meningkatkan pertumbuhan industri galangan kapal di Batam. Bea Cukai Batam memberikan dukungan kepada BSOA melalui asistensi dan pemberian solusi pada permasalahan kepabeanan di BSOA, demi meningkatkan perekonomian di Indonesia, khususnya di Batam. (Can)

BAGIKAN