Kendala Lahan Warnai Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kepri

Riky Rionaldi. (istimewa)

BATAM (gokepri.com) – Pembangunan fisik Koperasi Merah Putih di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dikerjakan jajaran TNI melalui Kodim se-Kepri terus menunjukkan progres. Dari total target 60 unit tahap awal dan 407 koperasi yang direncanakan, sebanyak tujuh unit telah rampung 100 persen secara fisik.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM (DKUKM) Kepri, Riky Rionaldi, mengatakan tujuh unit tersebut tersebar di Tanjungpinang, Bintan, dan Batam. Meski bangunan telah selesai, unit koperasi itu masih menunggu proses serah terima dan pengisian operasional.

“Secara fisik tujuh unit sudah 100 persen, tetapi memang belum serah terima dan belum beroperasi karena masih ada tahapan lanjutan, termasuk pembahasan rencana bisnis,” ujar Riky.

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat Kementerian Koperasi akan melakukan monitoring untuk membahas model bisnis dan kesiapan operasional masing-masing koperasi agar dapat berjalan berkelanjutan.

Di Batam sendiri, dari total 46 kelurahan, terdapat empat unit koperasi yang pembangunan fisiknya telah selesai 100 persen.

Riky mengakui pembangunan koperasi menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan lahan. Beberapa lokasi merupakan aset milik pemerintah kota, BP Batam, maupun BUMN sehingga membutuhkan proses persetujuan administrasi sebelum pembangunan dilakukan.

“Semangatnya tinggi, tetapi memang ada kendala lahan. Yang sudah terbangun itu lahannya sudah mendapat persetujuan karena ada yang merupakan aset pemda, BP Batam, maupun BUMN,” katanya.

Ia menambahkan, untuk wilayah tertentu yang kondisi lahannya terbatas, seperti kawasan pesisir dengan bangunan di atas laut, pembangunan difokuskan pada area daratan yang lebih memungkinkan secara teknis dan legalitas.

Lebih lanjut, Riky menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih tidak dimaksudkan untuk mengganggu keberadaan ritel modern seperti Alfamart maupun Indomaret. Program ini, kata dia, berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan koperasi di tingkat kelurahan.

“Koperasi Merah Putih ini fokus pada pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis koperasi, bukan untuk bersaing dengan ritel modern,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kepri berharap pembangunan koperasi tersebut dapat memperluas akses usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui model usaha bersama yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan. (engesti)

 

Pos terkait