Tanjungpinang (gokepri.com) – Ratusan hektare lahan kawasan pertanian terpadu di Kepulauan Riau ternyata tak mampu memenuhi kebutuhan komoditas lokal seperti cabai, bawang dan tomat.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan, Kepulauan Riau setidaknya memerlukan 300 hektare lahan untuk memenuhi komunitas lokal yang rentan mengalami inflasi.
“Kita perlu 300 hektare yang kita kembangkan baru 140 hektare,” kata Ansar.
Baca Juga: Gubernur Plot Sektor Pertanian Jadi Salah Satu Motor Penggerak Ekonomi Kepri
Sebanyak 140 hektare itu, kata dia, tidak selurunya berhasil banyak komoditi yang sudah ditanam tiba-tiba mati karena penyakit dan cuacanya Kepri yang tidak mendukung.
“140 hektare itu tersebar di seluruh Kepulauan Riau. Nah ini sudah berhasil ada sebagai tidak, karena penyakit tumbuhan dan lainnya,” kata dia.
Pihaknya pun mengambil langkah untuk melakukan operasi pada dan mendatangkan komoditi cabai dari Sulawesi dan Aceh.
“Nanti kita datangkan cabai dari Sulawesi dan Aceh. Kita minta bantu Bappenas,” kata dia.
Sebelumnya pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan ratusan hektare lahan menjadi kawasan pertanian terpadu.
Lahan itu tersebar di Kota Batam seluas 60 hektare, Tanjungpinang 5 hektare, Kabupaten Karimun 50 hektare, Natuna 55 hektare, Lingga 13,25 hektare, Bintan 50 hektare, dan Kabupaten Anambas 49 hektare.
Kawasan pertanian ini akan ditanami dengan komoditas yang rentan mengalami inflasi seperti bawang, cabai, dan tomat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









