Batam gelar Kenduri Seni Melayu. Dimeriahkan empat negara.
BATAM (gokepri) — Seni budaya Melayu kembali menjadi pintu promosi pariwisata Batam. Melalui Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026, Batam menghadirkan seniman dari empat negara untuk memperkuat citra kota sebagai gerbang wisata budaya di kawasan Asia Tenggara.
Kegiatan yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 itu menghadirkan penampil dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand. Kehadiran peserta mancanegara menjadi bagian dari strategi memperluas daya tarik wisata Batam yang selama ini lebih dikenal sebagai destinasi belanja dan wisata bahari.
Baca Juga: Menjelajahi Bintan dari Jalur Sepeda hingga Kenduri Durian
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengatakan Kenduri Seni Melayu telah beberapa kali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN), kalender event nasional Kementerian Pariwisata yang menghimpun agenda wisata unggulan di Indonesia.
“Kenduri Seni Melayu sudah beberapa kali masuk dalam Karisma Event Nusantara,” ujar Ardiwinata saat dikonfirmasi di Batam, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Ardiwinata, peserta mancanegara tahun ini berasal dari Johor dan Sabah, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, serta Thailand. Sejumlah sanggar dari berbagai daerah di Indonesia juga turut berpartisipasi, termasuk Sanggar Tari Laksamana dari Pekanbaru, Riau.
KSM tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang diplomasi budaya. Melalui pertemuan para seniman dari berbagai negara serumpun, Batam berupaya memperkenalkan identitas Melayu sekaligus memperluas jejaring kebudayaan di kawasan.
“Kami mengharapkan KSM terus memperkuat posisi Batam sebagai gerbang pariwisata budaya sekaligus memperkenalkan identitas Melayu ke tingkat internasional,” kata Ardiwinata.
Sebanyak sekitar 60 pertunjukan akan tampil selama penyelenggaraan KSM. Di antaranya Tari Jogi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Kota Batam, pertunjukan silat Melayu, Joget Kenangan Manis, demonstrasi membatik, dan live painting.
Panitia juga menghadirkan penyanyi Malaysia Ruslan Madun serta maestro tari Indonesia Didik Nini Thowok. Kehadiran keduanya diharapkan memperkaya pertukaran pengetahuan dan pengalaman bagi pelaku seni di Batam.
Mahasiswa turut diundang mengikuti rangkaian kegiatan agar dapat belajar langsung dari para seniman. Upaya itu diharapkan mendorong lahirnya generasi baru yang menekuni seni dan budaya Melayu.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata Hafiz Agung Rifai menilai KSM menjadi salah satu agenda unggulan dalam Karisma Event Nusantara 2026. Posisi Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia dinilai memberi peluang besar untuk mengembangkan wisata berbasis budaya.
“Kenduri Seni Melayu bukan sekadar ekspresi seni, tetapi juga panggung untuk memperkenalkan jati diri Melayu kepada dunia,” ujar Hafiz.
Antusiasme juga datang dari peserta luar negeri. Ketua Kumpulan Sanggar Tari dari Sabah, Malaysia, Meimei, mengatakan partisipasi mereka menjadi pengalaman pertama tampil di Batam.
“Sabah membawa Tari Zapin yang biasa ditampilkan pada acara-acara besar di Malaysia dengan delapan penari terbaik,” kata Meimei. ANTARA
Baca Juga: Enam Agenda Wisata Kepulauan Riau Sepanjang Juli, Apa Saja?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








