Karimun (gokepri.com) – Wajah-wajah baru bakal mengisi ruang Balai Rong Sri Gedung DPRD Karimun lima tahun mendatang. Betapa tidak, beberapa orang lama akan segera meninggalkan ruang rapat paripurna terhormat itu.
Dari 30 kursi yang mengisi ruang rapat terhormat di Jalan Canggai Putri, Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing, 14 nama bukanlah orang baru. Hanya 16 petahana yang masih mampu bertahan menyampaikan ‘interupsinya’ ketika paripurna nantinya digelar.
Artinya, hanya 51 persen Kantor DPRD Karimun diisi orang lama dan 49 persen lainnya merupakan wajah baru.
Berdasarkan catatan yang diperoleh media ini, untuk daerah pemilihan 1 (Karimun, Buru, Selat Gelam) dengan jatah 7 kursi, 4 kursi masih diisi wajah lama, sementara 3 kursi sudah ditempati orang baru.
Tiga wajah baru yang mengisi dapil 1 itu yakni Eri Januarddin dari NasDem dengan perolehan 7.161 suara, kemudian Suyadi dari PKS dengan perolehan 2.433 suara dan menyusul Firdaus dari PKB dengan raihan 2.612 suara.
Sementara 4 orang petahana yang masih bertahan diantaranya Aloysius dari PDIP dengan perolehan 2.737 suara, kemudian Wiyono dari Golkar 4.322 suara, Ady Hermawan dari Hanura 4.210 suara dan Efrizal Gerindra 2.880 suara.
Begitu juga di dapil 2 (Moro, Durai dan Sugie Besar), dari tiga kursi di dapil itu, ternyata dua kursi sudah diisi oleh wajah baru yakni Nurhidayat dari PKB dengan perolehan 3.209 suara dan Dedi J dari Hanura 3.235 suara.
Sementara, Raja Rafiza dari Golkar yang merupakan petahana masih bertahan dengan perolehan 2.767 suara.
Perubahan mencolok terjadi di dapil 3 (Kundur, Kundur Utara, Kundur Barat, Ungar dan Belat). Dari 9 kursi yang diperebutkan di sana, ternyata 6 kursi berhasil diisi politisi baru, hanya 3 kursi yang masih diduduki orang lama.
Enam kursi wajah baru itu diantaranya Satria dari Gerindra dengan perolehan 4.296 suara, Arba’i dari Demokrat 2.652 suara, Martin dari Golkar 2.541 suara, M Hadi S dari PAN 5.558 suara, Timbul Sudiarso dari PDIP 5.430 suara dan Arsiantee NasDem 4.954 suara.
Sedangkan, 3 kursi yang masih diisi legislator lama itu yakni Anwar Hasan dari Golkar 7.632 suara, Joko Warsilo dari Hanura 2.809 suara dan Hassanudin dari PKS 2.789 suara.
Perubahan tidak mencolok hanya terjadi di dapil 4 atau dapil neraka. Dari 11 kursi di dapil ini, hanya 3 kursi yang berhasil ‘dicuri’ orang baru. Sementara, 8 kursi lagi masih bertengger anggota dewan lama.
Tiga kursi wajah baru itu adalah Febri H dari PKS dengan perolehan 3.540 suara, A Razak dari Gerindra 2.464 suara dan Darmendra dari Gerindra 7.364 suara.
Sementara, 8 kursi yang diisi petahana tersebut yakni Nyimas Novi Ujiani dari PKB dengan perolehan 3.377 suara, Rodiansyah dari Hanura 3.340 suara, Kamaruddin PAN 3.176 suara dan Sumardi Demokrat 2.915 suara.
Fakta mengejutkan datang dari Sulistina asal Golkar dengan suara terbanyak yakni 11.690 suara, Sulfanow Putra dari PDIP 6.670 suara, Abdul Manaf dari NasDem 5.558 suara dan Herman Akham dari Golkar 3.896 suara.
Dua Kursi Pimpinan Terjungkal
Publik Karimun dibuat terhenyak dengan perolehan suara pada pemilihan umum legislatif yang dihelat pada 14 Februari 2024 lalu. Banyak fakta mengejutkan terpampang di depan mata usai perolehan suara diumumkan.
Dua pimpinan DPRD Karimun tumbang dalam pileg tersebut, yakni Ketua DPRD Yusuf Sirat dan Wakil Ketua II, Rasno.
Yusuf Sirat merupakan politisi senior dari Partai Golkar dan maju dari dapil 4. Dia pernah menjadi anggota DPRD Karimun dan DPRD Provinsi Kepri.
Pada Pileg 2019 lalu, Partai Golkar berhasil meraih 3 kursi dari dapil 4 yakni. Ketiganya yakni Yusuf Sirat, Herman Akham dan Sulistina.
Saat itu, Partai Golkar meraih kursi terbanyak dengan perolehan 8 kursi dan kursi pucuk pimpinan DPRD Karimun pun dipercaya kepada Yusuf Sirat.
Namun, pada Pileg 2024 ini Partai Golkar hanya meraih 2 kursi dari dapil 4, yakni Sulistina dan Herman Akham. Sementara, Yusuf Sorat tumbang.
Bahkan, suara terbanyak yang awalnya dikantongi Herman Akham sekarang malah beralih ke Sulistina dengan perolehan 11.690 suara disebut-sebut sebagai suara terbanyak dalam sejarah peolehan suara di DPRD Karimun.
Malahan, dengan perolehan suara sebanyak itu Sulistina digadang-gadang akan menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Karimun.
Begitu juga untuk kursi Wakil Ketua DPRD Karimun, Rasno yang harus tersingkir dari kursi empuknya. Kursinya direbut rival satu partainya, Timbul Sudiarso.
Padahal, Rasno merupakan politisi sangat senior di PDIP Karimun. Bahkan, dia merupakan sosok Ketua DPC PDIP Karimun selama dua periode.
Ketua Partai yang Naik dan Tumbang
Fakta mengejutkan juga mencuat di Pileg DPRD Karimun. Sejumlah ketua partai politik di Karimun ada yang berhasil lolos ke Canggai Putri dan ada juga yang terpaksa gigit jari.
Ketua partai yang lolos itu adalah Suyadi selaku Ketua DPC PKS Karimun. Ini merupakan kali ketiganya Suyadi bertarung memperebutkan tiket ke Canggai Putri.
Dengan keteguhan dan keyakinan hati pada pertarungan ketiga, pria yang murah senyum ini berhasil memperoleh satu tiket untuk duduk di kursi empuk anggota dewan terhormat.
Adalah sosok Ady Hermawan, yang merupakan Ketua DPC Partai Hanura Karimun. Ady merupakan politisi gaek yang sudah 4 periode duduk sebagai anggota dewan. Pada Pileg 2024, keberuntungan tetap masih berpihak kepadanya.
Kemudian ada nama Nyimas Novi Ujiani, Ketua DPC PKB Karimun. Ini merupakan kali ketiga Novi berhasil memenangkan kontestasi untuk menjadi anggota DPRD Karimun.
Sosok berikutnya adalah Sumardi, Ketua DPC Partai Demokrat Karimun. Bagi pensiunan TNI ini, kemenangannya kali ini juga merupakan kali ketiga dia bertarung ke Canggai Putri.
Dari keempat ketua partai itu, hanya Rasno saja yang gagal. Bukan hanya kehilangan kursi anggota DPRD Karimun, kali ini Rasno juga harus rela melepas kursi pimpinan yang telah empuk didudukinya itu.
30 Caleg yang Dipastikan Dapat Tiket ke DPRD Karimun
Dapil 1 sebanyak 7 kursi:
3 wajah baru
1. Firdaus PKB 2.612 suara
2. Suyadi PKS 2.433 suara
3. Eri Januraddin NasDem 7.161 suara
4 petahana
1. Aloysius PDIP 2.737 suara
2. Wiyono Golkar 4.322 suara
3. Ady Hermawan Hanura 4.210 suara
4. Efrizal Gerindra 2.880 suara
Dapil 2 sebanyak 3 kursi
2 wajah baru
1. Nurhidayat PKB 3.209 suara
2. Dedi J Hanura 3.235 suara
1 petahana
1. Raja Rafiza Golkar 2.767 suara
Dapil 3 sebanyak 9 kursi
6 wajah baru
1. Satria Gerindra 4.296 suara
2. Arba’i Demokrat 2.652 suara
3. Martin Golkar 2.541 suara
4. M Hadi S PAN 5.558 suara
5. Timbul Sudiarso PDIP 5.430 suara
6. Arsiantee NasDem 4.954 suara
3 petahana
1. Anwar Hasan Golkar 7.632 suara
2. Joko Warsilo Hanura 2.809 suara
3. Hassanudin PKS 2.789 suara
Dapil 4 sebanyak 11 kursi
3 wajah baru
1. Febri H PKS 3.540 suara
2. A Razak Gerindra 2.464 suara
3. Darmendra Gerindra 7.364 suara
8 petahana
1. Nyimas Novi Ujiani PKB 3.377 suara
2. Rodiansyah Hanura 3.340 suara
3. Kamaruddin PAN 3.176 suara
4. Sumardi Demokrat 2.915 suara
5. Sulistina Golkar 11.690 suara
6. Sulfanow Putra PDIP 6.670 suara
7. Abdul Manaf NasDem 5.558 suara
8. Herman Akham Golkar 3.896 suara
Penulis: Ilfitra








