BATAM (gokepri) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menjadikan sektor perikanan sebagai benteng stabilitas harga pangan di tengah tekanan inflasi. Upaya lintas sektor ditempuh untuk menjaga pasokan ikan konsumsi agar tetap lancar antar pulau.
Salah satu strateginya ialah menjaga ketersediaan ikan konsumsi, terutama ikan tongkol, yang selama ini relatif stabil di pasaran. Kepala Dinas Perikanan Kepri, Said Sudrajad, mengatakan ikan tongkol menjadi komoditas andalan dalam kegiatan pasar murah dan bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang rutin digelar pemerintah daerah. Harga tongkol yang berkisar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram dinilai masih terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Dibandingkan dengan komoditas lain, ikan tongkol ini lebih murah dan bergizi tinggi. Kandungan proteinnya sangat baik, terutama untuk anak-anak,” ujar Said, Jumat (24/10).
Fluktuasi harga ikan di Kepri sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan musim tangkap. Ketika hasil tangkapan nelayan menurun akibat gelombang tinggi atau angin kencang, pasokan ikan ke pasar pun berkurang, memicu kenaikan harga.
Dinas Perikanan, kata Said, terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan kelancaran distribusi. “Kami rutin berkoordinasi dengan pihak transportasi laut seperti kapal Roro dan kapal angkut agar pasokan dari pulau-pulau penghasil ikan tidak terhambat. Kepri ini wilayah kepulauan, jadi distribusi laut sangat vital,” jelasnya.
Data Dinas Perikanan Kepri menunjukkan, produksi ikan di Batam mencapai lebih dari 30 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan konsumsi masyarakatnya mencapai sekitar 90 ribu ton. Kesenjangan ini dipenuhi oleh pasokan dari wilayah lain seperti Natuna, Lingga, dan Anambas, yang dikenal sebagai sentra perikanan tangkap utama.
Sejauh ini, kebutuhan ikan di Batam masih terpenuhi dengan baik. Namun, tantangan tetap muncul pada musim-musim tertentu ketika hasil tangkapan menurun. “Kami juga memperhatikan informasi dari BMKG terkait kondisi laut, agar penyaluran ikan ke Batam bisa diatur lebih baik dan tidak terganggu,” ujar Said.
Pemerintah Provinsi Kepri menempatkan pengendalian harga ikan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Langkah ini tidak hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal.
Selain menjaga pasokan dan distribusi, kegiatan pasar murah dan bazar UMKM akan terus digelar secara berkala. Tujuannya memastikan produk perikanan lokal mudah dijangkau masyarakat sekaligus mendorong ekonomi nelayan di daerah penghasil.
Baca Juga: Rekor MURI untuk Memasak 1.000 Porsi Ikan Asam Pedas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









