Ikan Cupang Batam Diminati Hingga Mancanegara

Ikan Cupang Batam
Salah satu koleksi ikan cupang di G-Betta Batam milik Gipson Simanjuntak.

Batam (gokepri.com) – Ikan cupang yang memiliki nama latin Betta sp makin diminati selama pandemi Covid-19. Di Batam, beberapa jenis ikan cupang yang dihasilkan sejumlah pembudidaya banyak diminati konsumen mancanegara.

Rabu (30/12/2020) siang, beberapa pengunjung silih berganti datang ke rumah Gipson Simanjuntak (32) di Gang Salak Blok A Nomor 4 Kavling Lama, Sagulung, Kota Batam. Ada yang mengaku datang dari Tanjung Uncang, Tiban, hingga Batam Centre. Di antara pengunjung itu adalah seorang warga negara asing (WNA) yang belum fasih berbahasa Indonesia.

“Dia sudah beberapa kali datang kesini, warga negara Pantai Gading,” kata Gipson.

HBRL

Pantai Gading merupakan salah satu wilayah subsahara Afrika. Negeri makmur penghasil coklat terbesar dunia ini berbatasan dengan Teluk Guinea, Burkina, Liberia, dan Ghana.

Di rumah Gipson, para pengunjung memanfaatkan waktunya untuk melihat-lihat berbagai jenis ikan cupang. Ikan dengan sirip menjuntai berwarna-warni ini dipajang dalam toples-toples kaca, toples plastik, dan akuarium mini. Keluar dari rumah Gipson, para pengunjung punya tentengan baru yang dikemas dalam plastik kecil atau toples.

Ikan cupang Batam
Gipson Simanjuntak di antara koleksi ikan-ikan cupangnya.

Ada ribuan ikan cupang dibudidaya Gipson di rumahnya. Jenisnya bermacam-macam, mulai dari giant, koi, avatar, hingga bluerim. Variasi warna dan kegesitannya menjadi daya tarik sendiri, bisa sebagai hiburan untuk menangkal stres dan jenuh di tengah aktivitas dari rumah.

Belasan tahun menggeluti budidaya ikan cupang, Gipson mengakui meningkatnya minat masyarakat untuk berburu ikan cupang akhir-akhir ini. Pemasarannya lewat media sosial, seperti Instagram dengan akun cupang_hias_batam, Facebook Gibson Simanjuntak, atau lewat WhatsApp di nomor +62 821 7157 7766. Gipson juga mengunggah lokasi rumah ikan cupangnya di Google Map.

Sebelum pandemi, ia hanya fokus melayani pembeli ikan cupang dari mancanegara. Pembelinya dari mana-mana, seperti Singapura, Malaysia, Jepang, hingga Amerika Serikat.

“Ada juga pembeli lokal, tapi nggak banyak. Paling sekitar 20 sampai 30 persennya saja. Yang banyak itu dari Singapura dan Malaysia,” katanya.

Untuk pengiriman ke Singapura atau Malaysia, Gipson mengaku membawa sendiri (hand carry) lewat jalur laut. Sekali bawa bisa sampai 30 ekor. Namun untuk jumlah besar atau pembeli selain dari Singapura dan Malaysia, pengiriman ikan ia lakukan melalui jasa transhipping. Sekali kirim bisa sampai 100 ekor.

Begitu pandemi, jumlah pembeli dari luar negeri merosot. Gipson juga tak bisa lagi hand carry, karena ditutupnya pintu masuk ke Singapura atau Malaysia.

Gipson lantas merambah pasar lokal, dari berbagai daerah di Indonesia. Sejak itu, pembeli ikan cupang dari dalam negeri lebih mendominasi.

Gipson menjual ikan-ikan cupang itu dengan harga beragam, ada yang Rp30 ribu, bahkan sampai Rp2 juta per ekor. Untuk penjualan ke luar negeri, harganya lebih tinggi lagi, bisa 2 atau 3 kali lipatnya. Dari hasil usahanya itu, ia mengaku bisa mengantongi omset hingga Rp20 juta sebulan.

“Dibanding tahun-tahun sebelumnya, inilah masa jaya-jayanya ikan cupang,” katanya.

Menurut Gipson, para pembeli ikan cupang itu tidak sekadar hobi. Namun ada yang dibudidaya lagi, untuk kemudian dijual atau dijadikan usaha rumahan.

“Dalam seminggu rata-rata dua kali kirim ikan cupang ke Jakarta atau daerah lain di Indonesia. Kadang juga setiap hari, tergantung rezeki,” katanya.

Ikan Cupang Batam
Gipson Simanjuntak di antara koleksi ikan-ikan cupangnya.

Gipson sendiri memang hobi memelihara ikan cupang. Tahun 2000 awal, saat masih SD dan SMP, ia dan keluarganya di Medan sudah berkutat dengan budidaya ikan cupang. Hobi itu ia tekuni lagi saat datang ke Batam, sekitar 11 tahun lalu.

Selain untuk hobi dan jual lagi, Gipson juga menjadikan ikan-ikan cupang itu untuk ajang kontes. Di rumahnya, berbagai piala dan sertifikat terpampang. Seperti memenangkan ajang Betta Fish Big Competition, Batam Local Competition pada Maret 2010, Betta Batam Contest pada November 2017, International Betta Show pada Mei 2020, dan lainnya. (zak)

Pos terkait