IIF Jadi Penasehat Keuangan Proyek Pengembangan Bandara Hang Nadim

penasehat keuangan bandara batam
Penandatanganan kerja sama antara BIB dan IIF dalam proyek pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim. Foto: Istimewa/Dok. BIB

Batam (gokepri.com) – PT Bandara Internasional Batam (BIB) menunjuk PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) sebagai penasehat keuangan proyek KPBU Bandara Internasional Hang Nadim.

Penunjukan itu resmi dilakukan usai penandatanganan Perjanjian Jasa Penasehat Keuangan Proyek KPBU Bandara Internasional Hang Nadim oleh Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah, dan Wakil Presiden Eksekutif – Kepala Direktorat Grup Advisory, Irman Boyle pada 31 Mei 2024 lalu.

Sebelumnya, manajemen PT BIB telah melakukan market sounding dengan beberapa stakeholder dan lembaga terkait. Pada kesempatan itu PT BIB telah menyampaikan bahwa project finance untuk pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim telah memasuki tahap komitmen bersama.

Baca Juga: Pembangunan Terminal 2 Bandara Hang Nadim Dimulai, Target Selesai 2026

Penunjukan penasehat keuangan itu dilakukan dalam rangka pengembangan bisnis dan menjamin keberlanjutan pembangunan infrastruktur Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Pikri mengatakan Proyek KPBU Bandara Internasional Hang Nadim merupakan proyek nasional, hal tersebut tentu memerlukan dukungan dan pelaku-pelaku bisnis bertaraf internasional.

“IIF bersedia membantu BIB tidak hanya terkait financial closed numun juga advisory di bidang bisnis BIB,” kata Pikri, Rabu, 5 Juni 2024.

Pikri juga berharap, dengan dukungan IIF, PT BIB dapat memperkuat tatanan kebandarudaraan dan bisnis penerbangan di Indonesia, khususnya Batam.

“Bandara Internasional Hang Nadim siap untuk maju dan berkembang, dan tentu didampingi oleh tim IIF yang tangguh,” ujar Pikri.

Untuk diketahui, IIF merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang pembiayaan infrastruktur, yang dikelola secara profesional dengan fokus investasi pada proyek-proyek infrastruktur yang layak secara komersial. IIF juga memiliki pengalaman yang luas dalam berbagai proyek KPBU di Indonesia.

Dengan total pembiayaan proyek senilai lebih dari Rp12,8 triliun, IIF berpartisipasi sebagai financier atau advisor pada proyek-proyek unggulan, menjadi pelopor dan sekaligus merupakan proyek terbesar di sektornya.

Ke depan, dalam kapasitasnya IIF tidak hanya sebagai penasehat keuangan saja, namun juga akan menjadi Mandated Lead Arranger (MLA) untuk meraih investor dan lembaga keuangan lainnya dalam pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim.

Proyek KPBU Bandara Internasional Hang Nadim akan dilaksanakan selama 25 tahun, dengan ruang lingkup meliputi renovasi terminal, pengelolaan dan pemeliharaan terminal yang sudah ada, serta pengembangan, pengelolaan dan pemeliharaan terminal penumpang yang baru (terminal 2).

Ruang lingkup ini juga mencangkup pengembangan, pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur darat dan udara lainnya, serta pengelolaan terminal kargo baru bandara.

Sementara itu, Wakil Presiden Eksekutif – Kepala Direktorat Grup Advisory IIF, Irman Boyle juga menyampaikan terima kasih kepada PT BIB atas kepercayaan yang diberikan kepada IIF.

Pengembangan bandara ini merupakan proyek strategis untuk meningkatkan ekonomi Batam khususnya, juga Indonesia. Oleh karena itu, menurutnya, perlu dukungan semua pihak untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan. Pengembangan ini juga sejalan dengan misi IIF dalam rangka pengembangan infrastruktur di Indonesia.

“Dengan adanya komitmen bersama ini, IIF akan memberikan one-stop service mulai dari Financial Advisory, Mandated Lead Aranger (MLA), dan Financial Closed nantinya,” ungkap Irman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

Pos terkait