Batam (gokepri) – Pembangunan Terminal 2 Bandara Internasional Hang Nadim Batam resmi dimulai pada Kamis (30/5/2024). Terminal baru ini membutuhkan biaya pembangunan Rp2,4 triliun dan ditargetkan selesai dalam dua tahun ke depan atau pada 2026.
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, didampingi Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB) Pikri Ilham Kurniansyah, beserta Forkopimda Batam. Rudi dalam sambutannya mengatakan, pembangunan terminal baru ini merupakan bagian dari pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam oleh PT BIB, konsorsium yang dibentuk Angkasa Pura I, Incheon International Airport Corporation (IIAC), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).
Baca Juga:
- Terminal 2 Bandara Hang Nadim Segera Dibangun, Desain Interior Dimatangkan
- Konstruksi Terminal II Hang Nadim Dimulai Juni 2022
Sebagai salah satu pintu masuk penumpang nasional dan internasional, kata Rudi, Bandara Hang Nadim harus mampu memberikan pelayanan yang maksimal. Hal ini sejalan dengan visi Batam sebagai destinasi wisata unggulan dan pusat ekonomi baru di Indonesia.
“Kami berharap kepada konsorsium, dua tahun ke depan mulai dari hari ini, pembangunan Terminal 2 akan selesai dan proses pembangunannya bisa sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” harap Rudi.
Ia juga mengajak masyarakat Kota Batam untuk bersama-sama menjaga dan mengawasi proses pembangunan terminal bandara tersebut. “Saya juga berharap Terminal 2 ini juga dapat menjadi terminal percontohan yang bertaraf internasional,” ujarnya.

Direktur PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah, menjelaskan Terminal 2 Bandara Hang Nadim akan dibangun di atas lahan seluas 50 ribu meter persegi dengan kapasitas terminal mencapai 9,6 juta penumpang per tahun. Nilai investasi proyek ini mencapai Rp2,4 triliun.
“Kami juga akan mengembangkan penerbangan internasional dengan target utama yakni rute Batam-Incheon. Lalu kami akan terus kembangkan rute internasional lainnya di wilayah ASEAN seperti China dan Jepang, itu juga menjadi target kami dalam dua tahun ke depan,” papar Pikri.

Secara konseptual, desain interior dan eksterior Terminal 2 Bandara Hang Nadim mengusung gaya kulturalistik dan modern. Desain terminal akan menonjolkan kearifan lokal, seperti menampilkan unsur burung elang, ikan marlin, dan batik gong-gong.
“Sehingga memberikan kesan yang unik, berbeda dan sarat akan makna. Jadi walaupun bertaraf internasional, Bandara Hang Nadim tetap menonjolkan kearifan lokal,” jelas Pikri.
Pembangunan Terminal 2 Bandara Hang Nadim diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan bandara, serta mendukung konektivitas Batam ke berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.
Penulis: Muhammad Ravi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








