ICW: Pemerintahan Jokowi Habiskan Rp90,4 Miliar untuk Influencer

Pelaku ekonomi kreatif
Ilustrasi Youtuber. (shutterstock)

Jakarta (gokepri.com) – Pemerintah telah menggelontorkan dana hingga Rp90,45 miliar untuk aktivitas digital dengan melibatkan influencer sejak 2017. Data ini diambil ICW dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Egi Primayogha mengatakan ICW menggunakan kata kunci influencer dan key opinion leader di LPSE sejak awal era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hasilnya terdapat jumlah paket pengadaan mencapai 40 dengan kata kunci tersebut.

“Anggarannya mencapai Rp90,45 miliar. Anggaran belanja bagi mereka (influencer) semakin marak setelah 2017, mulai ada sejak itu. Hingga akhirnya meningkat di tahun-tahun berikutnya,” ujar Egi dalam diskusi Kamis, 20 Agustus 2020.

HBRL

Lihat Juga: RAKOR PEMBERANTASAN KORUPSI: Gubernur Kepri Minta OPD Penuhi Indikator Korsupgah KPK

Egi mengatakan secara umum, total anggaran belanja pemerintah pusat terkait aktivitas digital adalah Rp 1,29 triliun sejak 2014. Kenaikan signifikan terjadi dari 2016 ke 2017. Pada 2016, anggaran untuk aktivitas digital hanya Rp606 juta untuk 1 paket pengadaan saja. Namun pada 2017, angka paketnya melonjak menjadi 24 dengan total anggaran Rp535,9 miliar.

“Karena kami tak lihat dokumen anggaran, dan LPSE itu terbatas, maka tak menutup kemungkinan ini secara jumlah sebenarnya lebih besar. Bisa jadi lebih besar dari Rp1,29 triliun, apalagi jika ditambah pemerintah daerah,” kata Egi.

Lihat Juga: Digitalisasi Daerah Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Dari data tersebut, Egi mengatakan instansi yang paling banyak melakukan aktivitas digital adalah Kementerian Pariwisata dengan pengadaan 44 paket, disusul oleh Kementerian Keuangan dengan 17 paket, lalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan 14 paket.

“Namun yang unik, anggaran terbesar untuk aktivitas digital justru adalah Kepolisian RI. “Meski sedikit secara jumlah paket pengadaannya (12 paket) dibanding Kementerian Pariwisata, namun nilai pengadaan mencapai Rp937 miliar,” ujar Egi.

Dari temuan ini, Egi mengatakan ICW membuat sejumlah catatan. Salah satunya adalah pemerintah telah dan akan menggelontorkan anggaran publik terkait dengan aktivitas digital. Apalagi beberapa paket pengadaan masih berjalan hingga saat ini.

“Dari situ nampak Jokowi tak percaya diri dengan program-programnya sehingga perlu menggelontorkan dana untuk influencer,” ujar Egi. (Cg)

Editor: Candra
Sumber: Tempo.co

Pos terkait