Harun Yahya Divonis 1.075 Tahun Penjara Karena Wanita Muda

Harun Yahya

Turki (gokepri.com) – Hakim pengadilan Turki menjatuhkan vonis hukuman penjara 1.075 tahun penjara kepada kepada penceramah Muslim, Adnan Oktar alias Harun Yahya (64). Ia terbukti melakukan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap orang di bawah umur, penipuan, dan mencoba memata-matai pemerintah dalam hal politik dan militer.

Mengutip kantor berita Anadolu, Harun Yahya ditangkap kepolisian Turki pada Juni 2018 atas dugaan kejahatan keuangan. Dalam kasus yang melibatkan Oktar, aparat penegak hukum Turki menangkap 236 tersangka yang diadili. Sebanyak 78 di antaranya ditahan.

Selama sidang, hakim, jaksa serta terdakwa mendengarkan sejumlah kesaksian korban yang mengalami kekerasan dan pelecehan seksual. Seorang saksi korban berinisial CC mengaku dia dan sejumlah perempuan lain kerap diperkosa dan dilecehkan oleh Oktar.

Pengakuan CC, Oktar memaksa sejumlah perempuan yang dia perkosa untuk meminum pil kontrasepsi. Polisi juga menemukan 69 ribu pil KB di kediaman Oktar. Dia berdalih pil itu digunakan untuk mengobati kelainan di kulit dan menstruasi.

Oktar membantah dia mempunyai hubungan dengan pemuka agama Muslim, Fethullah Gulen. Saat ini Gulen menjadi buronan pemerintah Turki karena dianggap sebagai dalang upaya kudeta pada 2016. Gulen saat ini bermukim di Amerika Serikat.

Baca juga: Nurdin Divonis 4 Tahun Penjara, Wajib Bayar Uang Pengganti Rp4,2 Miliar

Oktar mengakui di depan hakim dia mempunyai seribu orang kekasih. “Saya mencurahkan banyak cinta untuk perempuan. Cinta adalah kualitas seorang manusia,” kata Oktar dalam sidang pada Oktober 2020 silam.

Oktar pertama kali mencuri perhatian masyarakat pada 1990-an karena menjadi pemimpin sebuah sekte. Dia lantas menulis buku ‘Atlas Penciptaan’ dengan nama pena Harun Yahya, untuk menyangkal Teori Evolusi Charles Darwin. Nama pena itu adalah gabungan dari dua nama nabi, Yakni Nabi Harun dan Nabi Yahya.

Oktar lantas meluncurkan stasiun televisi miliknya, A9, pada 2011. Dalam seluruh kegiatan dan ceramahnya, dia selalu dikelilingi sejumlah perempuan yang menari-nari. Tayangan ceramahnya di stasiun televisi itu lantas mengundang kecaman dari para pemuka agama Islam di Turki. (wan)

Pos terkait