BATAM (gokepri) — Polemik soal pelelangan sebagian kawasan Gurindam 12 di Tanjungpinang membuat Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akhirnya angkat bicara. Ramai kabar yang menyebut Pemprov telah melelang ruang publik sepenuhnya, namun Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan informasi tersebut tidak akurat.
Ansar Ahmad memastikan pelelangan itu bukan untuk seluruh kawasan ikonik tersebut, tetapi hanya sebidang lahan kecil yang akan dijadikan zona kuliner berkonsep brand internasional.
“Yang dilelang itu bukan taman Gurindam. Hanya lahan sekitar 7.000 meter, untuk makanan-makanan branded. Mungkin nantinya ada continental coffee atau apa pun, tergantung siapa yang menang,” kata Ansar saat ditemui di Batam, Sabtu (22/11/2025).
Isu ini mulai memanas sejak akhir Agustus, setelah panitia pemilihan kerja sama pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) membuka lelang aset seluas 7.450 meter persegi di kawasan Tepi Laut Tanjungpinang. Rencana pemanfaatannya cukup rinci: 5.540 meter persegi akan disiapkan sebagai area parkir, sementara empat blok berukuran 500 meter persegi dialokasikan untuk area makan-minum. Kerja sama dirancang berlangsung 30 tahun.
Kawasan Tepi Laut memang punya posisi khusus di hati warga Tanjungpinang. Tempat itu menjadi wajah kota dan ruang berkumpul masyarakat. Karena itu, rencana pemanfaatan jangka panjang oleh pihak ketiga memunculkan kekhawatiran bahwa ruang publik itu perlahan akan berubah menjadi area komersial.
Ansar menegaskan, penataan tidak akan menggeser UMKM yang selama ini menggantungkan usaha di sana. Pemerintah menyiapkan lokasi baru yang lebih tertata agar pedagang tetap mendapat ruang berjualan.
“UMKM tetap kami sediakan tempat tersendiri. Jadi isu-isu yang berkembang itu wajar saja. Nantinya masyarakat punya pilihan, mau makan di klaster khusus atau di UMKM yang ada,” ujar Ansar.
Ia juga menyebut jumlah pedagang meningkat pesat sejak pandemi. “Waktu Covid itu hanya sekitar 30 pedagang. Sekarang hampir 300. Nanti kita tertibkan. Kalau ada satu orang punya dua sampai lima lapak, ya kita kasih satu saja. Ini saya kerjakan bersama Wali Kota,” katanya.
Pada 2026, Pemprov Kepri menyiapkan anggaran Rp5 miliar untuk menata area yang menjorok ke laut sebagai sentra UMKM baru.
Bagi Ansar, penataan ini bukan sekadar urusan estetika. Pemerintah ingin Gurindam 12 tetap menjadi ruang publik yang nyaman dan semakin menarik bagi wisatawan, terutama dari Singapura dan Malaysia.
“Tujuannya supaya masyarakat punya lebih banyak pilihan. Kawasan itu harus memberikan pengalaman yang lebih nyaman,” kata Ansar.
Baca Juga: Polemik Lelang Taman Gurindam 12
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









