Gubernur di Sumatera dan Jawa Diminta Perketat Arus Balik

Patroli laut Kemenhub gagalkan rombangan masyarakat yang nekat mudik lewat jalur laut, Minggu (9 Mei 2021).
Patroli laut Kemenhub gagalkan rombangan masyarakat yang nekat mudik lewat jalur laut, Minggu (9 Mei 2021).

Jakarta (gokepri.com) – Semua Gubernur di Sumatera dan Jawa, diminta mengambil tindakan untuk mencegah potensi peningkatan kasus Covid-19. Yakni dengan melakukan pemeriksaan secara ketat dokumen RT-PCR/ swab test antigen/ Genose setiap pelaku perjalanan arus balik di pos penyekatan dan titik pengecekan.
Pelaku perjalanan pasca-Idul Fitri dengan hasil positif Covid-19, wajib dilakukan isolasi di tempat yang disediakan oleh Satgas Daerah. Dengan rujukan ke fasilitas kesehatan setempat.

Apabila dekat dengan daerah asal, pasien dapat kembali ke daerah asalnya. Namun apabila dekat dengan Jakarta, pasien direkomendasikan ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Jakarta.

Untuk tempat-tempat wisata, telah diatur dalam aturan PPKM Mikro. Pemerintah mewajibkan tempat-tempat publik menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan dibuka hanya untuk maksimal 50 persen dari kapasitas.

Untuk daerah dengan Zona Merah dan Oranye, tempat wisata dilarang buka dan beroperasi. Secara teknis, akan diatur oleh Pemerintah Daerah melalui Satgas Daerah masing-masing.

Terkait informasi terkini kasus Covid-19 di Indonesia, Airlangga menyatakan bahwa saat ini Indonesia relatif lebih baik dibandingkan dengan Global. Persentase kesembuhan Indonesia (91,85%) yang berarti lebih tinggi dari presentase kesembuhan Global (86,92%). Sedangkan persentase kasus aktif Indonesia (5,4%) lebih rendah dari Global (11%).

Pada Mei 2021 ini, kontribusi kasus positif Covid-19 nasional dari Pulau Jawa turun 11,06%. Sebaliknya, di Pulau Sumatera kontribusi kasus nasional naik 27,22%. Angka kematian di Pulau Jawa menurun 16,07% dan sebaliknya Pulau Sumatera naik menjadi 17,18%.

Bed Occupancy Rate (BOR) Nasional per 13 Mei 2021 adalah 29%. Namun adanya peningkatan eskalasi kasus positif di sebagian besar provinsi di Sumatera mengakibatkan beberapa provinsi memiliki BOR yang cukup tinggi.

“Peningkatan ini harus terus diwaspadai. Namun di sisi lain, upaya-upaya pengendalian yang dilakukan tahun ini terbukti lebih efektif daripada tahun lalu,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Talkshow Satgas Covid-19, Sabtu (15/5/2021) secara virtual.

Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) mengatakan, Libur Idulfitri 2020 lalu bisa menjadi pembelajaran. Dimana terjadi kenaikan jumlah kasus harian Covid-19 yang sangat signifikan pascalibur lebaran.

Karena itu, meskipun beberapa indikator nasional (jumlah kasus aktif, penambahan kasus harian, BOR, kesembuhan, kematian) menunjukkan tren perbaikan beberapa hari ini, namun perlu kewaspadaan terkait peningkatan signifikan jumlah kasus dan BOR di sebagian besar Provinsi di Sumatra.

Untuk mengantisipasi arus balik mobilitas masyarakat pascalibur lebaran, maka dilakukan upaya untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19. Pemerintah telah memutuskan untuk menerapkan kebijakan Random-Test Covid-19 dan Mandatory-Check Covid-19 sebagai upaya pencegahan peningkatan kasus Covid-19 pasca libur lebaran.

“Random-Test diterapkan untuk perjalanan dari beberapa Provinsi di Pulau Jawa menuju Jakarta, sedangkan Mandatory-Check untuk perjalanan dari Sumatra menuju ke Jawa dan Jakarta, yang diberlakukan mulai hari ini 15 Mei 2021,” kata Airlangga. (wan)

BAGIKAN