Batam (GoKepri.com) – Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyatakan hasil seleksi sekretaris daerah sepenuhnya ketentuan panitia seleksi dan tak ada intervensi ihwal terpentalnya pejabat dari Pemko Batam.
“Tidak ada intervensi dari siapa pun terkait pemilihan sekda. Inikan pemilihan sekda, bukan pemilihan Jefridin. Kenapa semua orang hanya berbicara Jefridin, kan banyak yang mendaftar,” papar Ansar di Dompak, Tanjungpinang, Selasa (12/10).
Gubernur merespons nama Sekda Batam Jefridin yang gagal seleksi sekda Kepri. Berdasarkan surat yang diajukan ke Kementerian Dalam Negeri ada tiga nama yakni Adi Prihantara, Misni dan Sardison.
Menurut Ansar, semua ketentuan telah diserahkan ke panitia seleksi (pansel) yang telah ditunjuk.
“Kami serahkan ke pansel. Jadi itu mereka yang mengerti lah,” kata Ansar.
Gubernur berharap siapapun yang menjadi sekda nantinya mampu bekerjasama dengan baik dan bisa membawa perubahan untuk Kepri.
Di tempat terpisah, Jefridin menyatakan tak kecewa gagal lolos seleksi. “Saya kan peserta. Soal masuk tak masuk itukan Pansel. Soal nilai itu relatif dan subjektif itu pasti karena memang tidak meminta kehadiran kita di situ mau di apain?. Intinya saya ikhlas ya, orang bisa menilai,” tutupnya.
Ia kemudian menjelaskan hanya menjalankan tugas sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 tahun 2016 tentang perangkat daerah yang di dalam aturan tersebut menyebutkan tugas dan fungsi sekda dalam membantu kepala daerah dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Karena tugas sekda itu adalah membantu kepala daerah dalam melaksanakan roda pemerintahan dan administrasi itu tugasnya,” katanya. (Engesti)
|Baca Juga:
- SELEKSI PEJABAT KEPRI: Jabatan Sekda Dilelang, 20 Nama Lolos Seleksi Lima Jabatan
- Terpental dari Seleksi Sekda Kepri, Jefridin: Saya Ikhlas
- LELANG SEKDA KEPRI: 8 Pejabat Lolos Verifikasi, Tiga Nama dari Pemko Batam









