BATAM (gokepri) – Pilkada 2024 diwarnai fenomena munculnya calon tunggal. Calon itu bakal melawan kotak kosong pada hari pemilihan 27 November.
Para calon kepala daerah memborong tiket dukungan dari partai-partai pengusung untuk maju dalam pilkada. Sedangkan partai tak berdaya lantaran tak punya kader yang bisa maju menjadi pemimpin di daerah.
Berdasarkan data Perludem, pada 2015, ada 3 dari 269 daerah dengan calon tunggal. Potensi kemenangan mereka hampir 100 persen. Lalu ada 9 dari 101 daerah dengan calon tunggal pada pilkada serentak 2017.
Dalam pilkada 2018, ada 16 dari 170 daerah dengan calon tunggal. Dari jumlah itu, hanya satu daerah di Kota Makassar yang calon tunggalnya kalah oleh kotak kosong. Sedangkan pada pilkada 2020, ada 25 calon tunggal dari total 270 daerah. Mereka meraih kemenangan mencapai 100 persen.
Dari 2015 sampai 2020, hanya ada 1 calon tunggal yang kalah. Sebanyak 52 calon tunggal lain menang.
Lalu bagaimana peta fenomena calon tunggal melawan kotak kosong dalam pilkada 2024 di Kepulauan Riau?
Di Provinsi Kepri, tiga calon di daerah berpotensi melawan kotak kosong. Siapa saja?



***
Cek Berita dan Artikel yang lain diĀ Google News
Baca Juga:
- Bagaimana Ketentuan Pemilihan Calon Tunggal Lawan Kotak Kosong dalam Pilkada?
- Respons PDIP Setelah 11 Partai Mendukung Amsakar-Li Claudia
- Apa yang Bisa Kita Pahami dari Dinamika Pilkada Batam?









