Bupati dan Wakil Bupati Aneng–Raja Bayu memimpin gebrakan ekonomi di Anambas. Memanfaatkan ladang migas dan jejaring bisnis untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga 17,36 persen.
ANAMBAS (gokepri) – Slogan “Bupati Baru, Anambas Maju” tampaknya mulai terbukti pada kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Anambas periode 2025–2030, Aneng dan Raja Bayu Febry Gunadian. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat, kepemimpinan ini dinilai berhasil menghadirkan terobosan yang mendongkrak perekonomian daerah perbatasan tersebut.
Sejak memenangi Pilkada 2024 dengan jargon “Energi Baru”, pasangan ini langsung bergerak cepat menata persoalan daerah. Fokus utama mereka adalah menuntaskan utang pemerintah daerah warisan tahun 2024. Bagi Aneng dan Raja Bayu, utang tersebut bukan sekadar beban administratif, melainkan tanggung jawab moral karena mencakup hasil aspirasi warga yang telah dibahas melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dari tingkat desa hingga kabupaten.
Baca Juga:
- Lonjakan Ekonomi dari Kepulauan Anambas
- Bagaimana Perjalanan PSN dan FTZ di Batam
- Mengapa Rencana Ekspor Listrik Batam ke Singapura Mandek
Aneng, yang berlatar belakang pengusaha, mengoptimalkan jejaring bisnisnya, terutama dengan para pelaku usaha di Batam dan sekitarnya. Sebagai Ketua Partai Demokrat Provinsi Kepulauan Riau, ia juga aktif melakukan pendekatan ke berbagai kementerian untuk menarik dukungan pembangunan bagi Anambas yang secara geografis sangat strategis di kawasan perbatasan ASEAN.
Langkah ini diperkuat oleh peran Wakil Bupati Raja Bayu dari Partai Golkar. Kolaborasi politik dan profesional keduanya terbukti solid dalam menjemput peluang anggaran di tingkat pusat, meski di tengah pengetatan fiskal nasional.
Hasil kerja keras tersebut mulai tercermin dalam angka. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Kepulauan Anambas mengalami lonjakan signifikan. Pada Triwulan IV Tahun 2025, ekonomi daerah ini tumbuh 17,36 persen secara year-on-year (yoy).
Secara kumulatif sepanjang tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Anambas mencapai 15,54 persen. Angka ini menempatkan Kabupaten Kepulauan Anambas di posisi teratas dibandingkan kabupaten/kota lain di Provinsi Kepulauan Riau.
Sektor pertambangan menjadi motor utama penggerak ekonomi dengan hadirnya dua ladang minyak dan gas baru yang mencatat pertumbuhan hingga 19,04 persen sepanjang 2025.
Kendati mencetak prestasi gemilang, tantangan besar masih menanti. Pemerintah daerah perlu memastikan pertumbuhan ini tetap stabil dengan memperkuat sektor ekonomi lain agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Jika konsistensi ini terjaga, slogan “Energi Baru” bukan lagi sekadar janji kampanye, melainkan mesin penggerak nyata bagi kemajuan masa depan Anambas. (*)
Baca Juga: Refleksi Setahun Kepemimpinan, Aneng-Raja Bayu Akselerasi Transformasi Anambas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








