BARCELONA (gokepri) — Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memamerkan panggilan 5G berbasis kecerdasan artifisial (AI) pertama di Asia Tenggara dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona, 2 Maret 2026. Demonstrasi ini digelar bersama Nokia dan NVIDIA sebagai uji integrasi AI langsung ke jaringan seluler.
Uji coba tersebut menggunakan teknologi AI-RAN (Artificial Intelligence Radio Access Network), yang menempatkan kemampuan komputasi AI di dalam infrastruktur jaringan radio. Selama demonstrasi, sistem AI dan network intelligence memproses instruksi suara, data, serta video secara real-time dan mengirimkannya lintas negara dengan latensi rendah dan tingkat keamanan tinggi.
Presiden Direktur dan CEO Indosat Vikram Sinha mengatakan teknologi ini dirancang untuk memperluas manfaat AI hingga ke berbagai lapisan masyarakat Indonesia. “Pencapaian ini membuktikan teknologi tersebut berfungsi. Kami ingin setiap orang Indonesia, di mana pun berada, dapat merasakan manfaat digitalisasi dan AI,” ujarnya.
Baca Juga: Trafik Sumatra Diprediksi Naik 44 Persen, Indosat Siaga 24 Jam Saat Ramadan
Melalui AI-RAN, fungsi komputasi tidak lagi terpusat di data center, tetapi terdistribusi ke jaringan tepi (edge network). Pendekatan ini diklaim mampu meminimalkan latensi, meningkatkan efisiensi energi dan Mengoptimalkan pemanfaatan spektrum frekuensi.
Indosat menyebut arsitektur ini dapat mendukung berbagai kebutuhan, seperti pertanian presisi berbasis sensor, diagnostik kesehatan jarak jauh berbasis AI, hingga sistem pembelajaran adaptif untuk sekolah di daerah terpencil.
Kolaborasi ini melibatkan perangkat lunak 5G dari Nokia dan komputasi terakselerasi GPU dari NVIDIA. Chief Technology and AI Officer Nokia, Pallavi Mahajan, mengatakan demonstrasi ini menunjukkan bagaimana jaringan seluler berevolusi menjadi lebih cerdas dan adaptif.
Sementara itu, Senior Vice President NVIDIA Ronnie Vasishta menyebut AI-RAN sebagai platform distribusi kecerdasan yang memungkinkan penerapan AI canggih langsung ke masyarakat dan pelaku usaha.
Sebagai tindak lanjut, Indosat berencana membangun empat klaster AI-RAN di berbagai wilayah Indonesia. Klaster tersebut menjadi tahap transisi dari uji coba menuju implementasi operasional di lapangan.
Indosat juga mengembangkan AI-RAN Research Center di Surabaya bersama Nokia dan NVIDIA. Pusat riset ini difokuskan pada pengembangan talenta insinyur lokal serta riset jaringan berbasis AI. Perusahaan menyebut para engineer Indonesia akan mendapat akses pembelajaran di laboratorium inovasi global.
Selain berperan sebagai operator seluler, Indosat juga berfungsi sebagai operator pusat data dan penyedia GPU-as-a-Service. Integrasi jaringan, cloud, dan komputasi AI dalam satu platform menjadi bagian dari strategi perusahaan membangun infrastruktur AI terdistribusi di Indonesia.
Namun, implementasi luas teknologi ini tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur nasional, regulasi spektrum, serta kesiapan industri dalam mengadopsi solusi berbasis AI.
MWC sendiri merupakan pameran teknologi telekomunikasi terbesar di dunia yang setiap tahun menjadi ajang peluncuran inovasi jaringan generasi terbaru.
Baca Juga: Indosat Lepas Data Center ke BDx Indonesia Senilai Rp2,6 Triliun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









