Batam (gokepri) – Ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sepanjang 2023 tumbuh 5,2 persen, lebih tinggi dibanding 2022 yang mencapai 5,09 persen.
Berdasarkan laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau, perekonomian Kepulauan Riau tahun 2023 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp331,89 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp200,04 triliun. PDRB per kapita Kepulauan Riau pada tahun 2023 mencapai Rp154,18 juta.
Ekonomi Kepulauan Riau pada triwulan IV-2023 (year on year) tumbuh sebesar 4,45 persen. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan pada triwulan ini didorong oleh kategori Konstruksi yang memiliki andil pertumbuhan sebesar 2,18 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen PMTB mempunyai andil pertumbuhan sebesar 3,60 persen dan Komponen PK-RT dengan andil sebesar 1,90 persen.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,05 Persen di 2023, Melambat dari 2022
Ekonomi Kepulauan Riau triwulan IV-2023 dibandingkan dengan triwulan III- 2023 (q-to-q) tumbuh sebesar 6,80 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi terutama disebabkan oleh kategori Industri Pengolahan dengan andil pertumbuhan terbesar sebesar 3,86 persen, diikuti kategori konstruksi dengan andil pertumbuhan sebesar 2,41 persen.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, komponen PK-P memberikan andil pertumbuhan terbesar yaitu 3,33 persen, diikuti komponen PMTB dengan andil sebesar 1,56 persen.
“Ekonomi Kepulauan Riau pada tahun 2023 tumbuh sebesar 5,20 persen, tumbuh lebih cepat dibanding tahun 2022 sebesar 5,09 persen,” tulis Kepala BPS Kepri Darwis Sitorus, Senin 5 Februari 2024.
Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau tahun 2023 (c-to-c), sektor konstruksi memberikan andil pertumbuhan tertinggi sebesar 1,99 persen.
Dalam lingkup regional, PDRB Kepulauan Riau triwulan IV-2023 memberikan kontribusi sebesar 7,57 persen terhadap PDRB Pulau Sumatera atau berada pada urutan kelima. Struktur perekonomian Pulau Sumatera secara regional didominasi oleh Provinsi Sumatera Utara sebesar 23,34 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








