Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,05 Persen di 2023, Melambat dari 2022

Inflasi kepri sekarang
Aktivitas di Pasar Tiban Centre, Sekupang, Kota Batam, Juni 2023. Foto: gokepri/Candra Gunawan

Jakarta (gokepri) – Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2023 mencapai 5,05 persen disumbang terutama oleh kinerja konsumsi dan investasi, juga ekspor yang masih mampu tumbuh positif.

Ekonomi RI pada 2023 juga disokong oleh capaian pertumbuhan lapangan usaha yang positif terutama industri pengolahan, perdagangan dan pertanian juga pertambangan dan konstruksi. Capaian pertumbuhan itu melambat bila dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 5,3 persen.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/2/2024), menyampaikan, perekonomian Indonesia masih berhasil tumbuh baik di tengah perlambatan ekonomi global dan turunnnya harga komoditas unggulan, ekonomi Indonesia tetap tumbuh solid.

Baca Juga: Proyeksi Bank Indonesia, Pertumbuhan Ekonomi Kepri Stabil di 5 Persen

“Seluruh komponen pengeluaran tumbuh postif di 2023, konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,82 persen, PMTB tumbuh 4,4 persen dan LNPRT tumbuh 9,83 persen karena ada peningkatan aktivitas persiapan pemilu baik peserta maupun penyelenggara pemilu,” jelas Amalia.

BPS mencatat sepanjang triwulan IV tahun 2023 (Oktober-Desember 2023), nilai produk domestik bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku adalah Rp5.114,8 triliun, sementara PDB atas dasar harga konstan sebesar Rp 2.988,5 triliun.

Dengan capaian itu, ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2023 tercatat tumbuh 5,04 persen secara tahunan dan 0,45 persen secara triwulanan. Kondisi ini membaik jika dibandingkan dengan triwulan III-2023, ketika pertumbuhan ekonomi sempat anjlok ke bawah batas normal 5 persen atau hanya mencapai 4,94 persen secara tahunan.

Meski demikian, dengan adanya faktor perlambatan di sana-sini serta pertumbuhan yang sempat terpuruk di triwulan III itu, ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2023 hanya mampu tumbuh 5,05 persen (full year). Lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 yang menyentuh 5,31 persen secara tahunan dan mencatat rekor tertinggi sejak 2014.

Meski demikian, Amalia menilai perlambatan itu masih menunjukkan kinerja ekonomi yang kuat sepanjang 2023. Perlambatan ekonomi itu juga dinilainya tidak terlalu dalam dibandingkan tahun 2022.

“Di tengah perlambatan ekonomi global, ekonomi Indonesia tetap bisa tumbuh 5,05 persen. Itu adalah prestasi, karena ekonomi Indonesia bisa solid terjaga di tengah perlambatan ekonomi global,” kata Amalia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait