BANDUNG (gokepri) — PT Bio Farma (Persero) dan PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) resmi berkolaborasi memanfaatkan Compressed Natural Gas (CNG) di fasilitas produksi Bio Farma di Bandung, Selasa (15/7/2026). Kerja sama ini menjadi langkah konkret sinergi Bio Farma dengan afiliasi Subholding Gas Pertamina untuk mendukung transisi energi nasional menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini juga menandai penggunaan CNG pertama di Bio Farma sebagai bagian dari operasional produksinya. Peresmian di kompleks PT Bio Farma (Persero), Bandung, dihadiri jajaran direksi kedua perusahaan.
Direktur Operasi PT Bio Farma (Persero) Iin Susanti mengatakan, penggunaan CNG menjadi langkah baru perusahaan dalam memanfaatkan energi yang lebih bersih.
“Bio Farma berkomitmen menerapkan prinsip ESG, salah satunya melalui pemanfaatan bahan bakar rendah emisi dan lebih ramah lingkungan seperti CNG,” ujar Iin.
Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia Santiaji Gunawan mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya PGN Gagas memperluas pemanfaatan CNG ke sektor-sektor esensial.
“Kolaborasi dengan Bio Farma menjadi bagian dari komitmen kami memperluas manfaat CNG ke sektor-sektor esensial yang menopang kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kesehatan,” kata Santiaji.

Menurut dia, keandalan pasokan energi di fasilitas produksi seperti Bio Farma sangat penting karena berkaitan dengan kesinambungan produksi yang berdampak langsung pada layanan kesehatan publik.
PGN Gagas merupakan anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas PT Pertamina (Persero). PGN berperan sebagai pengelola utama infrastruktur dan distribusi gas bumi nasional. Sementara itu, PGN Gagas menyediakan dan mendistribusikan gas beyond pipeline melalui CNG dan Liquefied Natural Gas (LNG).
Perusahaan juga mengoperasikan jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) untuk melayani pelanggan industri dan komersial yang belum terjangkau jaringan pipa gas.
Kerja sama dengan Bio Farma menjadi bagian dari upaya PGN Gagas memperluas pemanfaatan CNG ke sektor-sektor esensial. Kolaborasi ini juga mencerminkan sinergi lintas holding BUMN antara Bio Farma sebagai induk Holding BUMN Farmasi dan PGN Group sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina dalam mendukung transisi energi dan ketahanan energi nasional.
Kolaborasi tersebut menambah portofolio pelanggan Gaslink, layanan CNG PGN Gagas untuk sektor industri dan komersial. Hingga Juni 2026, Gaslink telah melayani lebih dari 600 pelanggan dengan total penyaluran hampir 11 BBTUD.
Untuk memenuhi kebutuhan operasional Bio Farma, PGN Gagas akan menyalurkan CNG sebanyak 300.000 meter kubik per bulan. Pasokan itu diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi operasional hingga 40 persen dibandingkan sumber energi yang digunakan sebelumnya.
Bagi PGN Gagas, kerja sama ini sekaligus memperkuat posisi Gaslink sebagai solusi energi bagi sektor-sektor strategis nasional.
Sebagai produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara dengan produk yang digunakan di lebih dari 150 negara, Bio Farma membutuhkan pasokan energi yang andal untuk menjaga kesinambungan proses produksinya. Karena itu, pasokan gas yang berkelanjutan dinilai turut mendukung akses layanan kesehatan masyarakat.
Peresmian ini menjadi salah satu wujud komitmen berkelanjutan Bio Farma dan PGN Group dalam mendukung transisi energi. Kolaborasi tersebut juga menunjukkan bagaimana sinergi lintas ekosistem BUMN dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung target lingkungan yang lebih luas.
Baca Juga: PGN Gagas Paparkan Pemanfaatan BioCNG untuk Transportasi dan Industri
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









