JAKARTA (gokepri) – Anggota DPR mendesak kasus kematian Prada Lucky Namo diusut tuntas. Diduga akibat dianiaya senior, kematian prajurit muda ini dianggap tamparan keras bagi militer di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Anggota Komisi III DPR RI Benny Kabur Harman mendesak penyebab kematian Lucky diungkap secara tuntas. “Proses hukum terhadap para pelaku harus dilakukan secara objektif, akuntabel, serta adil,” kata Benny, Jumat (8/8). Benny berharap kejadian serupa tidak terulang. “Siapa pun yang terlibat harus diusut tuntas,” ujarnya.
Senada, anggota Komisi I DPR RI Gavriel Putranto Novanto menilai dugaan penganiayaan ini tidak bisa ditoleransi. “Keadilan harus ditegakkan, dan tidak boleh kompromi,” kata Gavriel. Gavriel menekankan, siapa pun pelakunya wajib diproses hukum dan terbuka untuk umum. “Ini tamparan keras bagi militer di NTT,” tegasnya.
Prada Lucky Namo baru dua bulan menjadi anggota TNI AD. Ia ditempatkan di Batalion Pembangunan 843 yang bertugas membantu pembangunan masyarakat di Nagekeo.
Beredar foto dan video yang menunjukkan tubuh Lucky dipenuhi lebam dan memar. Terdapat juga luka tusukan di kaki dan punggungnya.
Lucky sempat dilarikan ke RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, untuk perawatan intensif. Namun, ia dinyatakan meninggal pada Rabu (6/8/2025). ANTARA
Baca Juga: KPK Usut Aliran Dana CSR BI dan OJK ke Anggota DPR
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








