JAKARTA (gokepri) — Pemerintah mengandalkan cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 5,1 juta ton untuk menghadapi ancaman El Nino dan menjaga pasokan pangan nasional. Stok tersebut disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan besarnya cadangan beras memberikan ruang bagi pemerintah untuk menghadapi gangguan produksi dan distribusi akibat fenomena iklim.
“Stok kita sekarang, meskipun ada El Nino, tertinggi. Alhamdulillah cadangan kita tertinggi selama Republik ini berdiri, yaitu 5,1 juta ton,” kata Amran di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: Batam Ingin 20 Persen Pekerja Industri Berasal dari Putra-Putri Tempatan
Cadangan tersebut dikelola Perum Bulog dan menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga ketersediaan beras, termasuk ketika terjadi bencana atau kondisi darurat.
Menurut Amran, pemerintah perlu menjaga keseimbangan di sepanjang rantai pasok pangan, mulai dari tingkat produsen hingga konsumen. Kebijakan tersebut diperlukan karena perubahan harga beras dapat berdampak berbeda bagi petani, konsumen, dan pelaku usaha.
“Ketika harga naik, konsumen marah. Harga turun, petani marah. Harga sedang-sedang, pengusaha marah. Jadi begitu berat bebannya pemerintah,” ujarnya.
Tantangan tersebut menjadi semakin kompleks karena harga beras di pasar dunia tengah meningkat. Pemerintah menyatakan kondisi tersebut tidak boleh berujung pada kelangkaan beras di dalam negeri.
Amran mengatakan ketersediaan stok nasional menjadi salah satu penyangga agar masyarakat tetap mendapatkan beras meskipun terjadi tekanan dari pasar global.
“Kesiapan pangan kita selesai. Meskipun harga beras dunia naik, kita pastikan tidak ada rakyat Indonesia yang kelaparan,” katanya.
Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, pemerintah juga terus menyalurkan CBP melalui sejumlah program intervensi. Hingga 24 Agustus 2026, total realisasi distribusi CBP secara nasional mencapai 1,69 juta ton.
Distribusi tersebut antara lain mencakup penjualan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 221,05 ribu ton pada Januari-Februari.
Kemudian, penyaluran SPHP pada periode Maret-Agustus mencapai 688,98 ribu ton. Pemerintah juga menyalurkan 662,86 ribu ton untuk bantuan pangan tahap pertama.
Bantuan pangan tahap kedua yang mulai berjalan telah mencapai 59,83 ribu ton. Sementara itu, penyaluran untuk kebutuhan bantuan bencana dan keadaan darurat mencapai 11,39 ribu ton serta golongan anggaran sebesar 53,68 ribu ton. ANTARA
Baca Juga: INFOGRAFIS: 371.200 Ton Beras SPHP Disalurkan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









