Cuan Liga-liga Elite Eropa Meroket setelah Pandemi, Raup Profit Rp345,1 Triliun

profit liga eropa
Foto sepatu pemain Arsenal Gabriel Martinelli dan bola Action saat laga Arsenal vs Brighton & Hove Albion di Emirates Stadium, London, 17 Desember 2023. Foto: Reuters

LONDON, Inggris (gokepri) – Pendapatan liga-liga elite Eropa meningkat pesat pascapandemi. Klub Liga Inggris makin kaya, profitnya jauh lebih fantastis.

Deloitte melaporkan pertumbuhan signifikan sebesar 16 persen pada pasar sepak bola Eropa musim 2022-2023. Nilai keseluruhan mencapai 35,3 miliar Euro (sekitar Rp621,6 triliun), didorong oleh dicabutnya pembatasan COVID-19, kembalinya penonton ke stadion, dan penyelenggaraan Piala Dunia 2022.

Baca:

HBRL

Temuan ini tertuang dalam “Annual Review of Football Finance” yang dipublikasikan Deloitte pada Selasa (25/6/2024). Laporan tersebut menyoroti performa keuangan lima liga top Eropa, yakni Premier League (Inggris), Bundesliga (Jerman), LaLiga (Spanyol), Serie A (Italia), dan Ligue 1 (Prancis). Kelimanya secara kolektif menghasilkan pendapatan sebesar 19,6 miliar Euro atau setara Rp345,1 triliun, naik 14 persen dibandingkan musim sebelumnya.

Yang menarik, untuk pertama kalinya sejak 2018-2019 (sebelum pandemi COVID-19), kelima liga tersebut secara keseluruhan membukukan laba operasi sebesar 500 juta euro. “Piala Dunia FIFA 2022, dicabutnya pembatasan COVID-19, dan antusiasme suporter menjadi faktor pendorong pertumbuhan kuat di pasar sepak bola Eropa pada 2022-2023,” ujar Tim Bridge, pemimpin mitra di Deloitte’s Sports Business Group.

Khusus di Premier League, pendapatan klub-klub melampaui angka fantastis 6 miliar poundsterling (sekitar Rp125,1 triliun) untuk pertama kalinya. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 11%, dengan rata-rata pendapatan per klub melebihi 300 juta poundsterling atau setara Rp6,2 triliun.

Laporan Deloitte juga menyebutkan rasio gaji terhadap pendapatan rata-rata mengalami penurunan di seluruh liga. Hal ini disebabkan peningkatan pendapatan secara keseluruhan melebihi peningkatan biaya gaji klub.

Sementara itu, performa keuangan klub di Championship (kasta kedua Liga Inggris) juga mengalami peningkatan. Pendapatan mereka tumbuh 10 persen menjadi 749 juta poundsterling. Pencapaian ini terbilang istimewa karena untuk pertama kalinya sejak musim 2016-2017, pendapatan mereka melebihi biaya gaji (706 juta poundsterling).

Meski demikian, belum ada satupun klub Championship yang berhasil membukukan laba operasi (sebelum aktivitas transfer pemain). Faktanya, liga ini justru mencatat kerugian operasi sebesar 316 juta poundsterling.

Klub-klub Championship diketahui kerap menggelontorkan dana besar untuk meraih promosi ke Premier League. Promosi ke kasta tertinggi ini diyakini mendatangkan keuntungan minimal 140 juta poundsterling, bahkan bisa mencapai lebih dari 300 juta poundsterling jika mereka terhindar dari degradasi.

“Meskipun Liga Sepak Bola Inggris (EFL) mengalami peningkatan pendapatan pada 2022-2023, klub-klub di seluruh liga tersebut masih berjuang untuk mengelola arus kas,” ungkap Bridge.

“Banyak klub yang mengandalkan pendanaan pemilik untuk berinvestasi demi promosi. Namun, degradasi dapat membawa ketidakstabilan finansial. Oleh karena itu, strategi untuk stabilitas jangka panjang sangat penting, didukung oleh dukungan yang tepat dari badan-badan pengurus liga,” lanjutnya.

Selain itu, laporan Deloitte menyebutkan bahwa League One dan League Two (kasta ketiga dan keempat Liga Inggris) juga mengalami peningkatan pendapatan pada musim 2022-2023. Tercatat, sebanyak 19,8 juta penonton secara kumulatif menghadiri pertandingan di ketiga liga tersebut – angka agregat terbesar dalam 69 musim terakhir. REUTERS

Cek Berita dan Artikel yang lain diĀ Google News

Pos terkait