Brasil dan Maroko Berebut Momentum Awal

Brasil vs Maroko, Piala Dunia 2026, Carlo Ancelotti, Achraf Hakimi,
Grafik ilustrasi pertandingan penyisihan Grup C Piala Dunia 2026 antara Brasil melawan Maroko yang dijadwalkan berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Sabtu (13/6/2026) waktu setempat. ANTARA INFOGRAFIK/Vintan Rahmadanti

Maroko tak lagi dianggap tim kejutan. Brasil memulai era Ancelotti.

JAKARTA (gokepri) — Maroko memasuki Piala Dunia 2026 dengan status yang berbeda dibanding empat tahun lalu. Setelah mencatat sejarah sebagai tim Afrika pertama yang menembus semifinal Piala Dunia, Singa Atlas kini menghadapi tantangan baru saat bertemu Brasil pada laga Grup C di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (14/6/2026) pukul 05.00 WIB.

Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan beban yang berbeda. Brasil datang sebagai pemilik rekor lima gelar juara dunia yang sedang berupaya kembali ke puncak prestasi. Adapun Maroko berusaha membuktikan bahwa keberhasilannya pada Piala Dunia 2022 bukan sekadar kejutan sesaat.

Baca Juga: Meksiko 2-0 Afrika Selatan: Awal Meyakinkan Tuan Rumah Piala Dunia

Perubahan posisi Maroko dalam sepak bola dunia menjadi salah satu cerita menarik menjelang pertemuan ini. Jika pada edisi sebelumnya mereka tampil tanpa banyak sorotan, kini ekspektasi publik terhadap tim Afrika Utara tersebut meningkat tajam.

Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi menilai pencapaian di Qatar telah mengubah cara dunia memandang timnya.

“Kami telah memasuki dimensi baru, kami jauh lebih dihormati sekarang,” ujar Ouahbi dikutip dari laman FIFA.

Menurut dia, Maroko harus mampu beradaptasi dengan ekspektasi yang lebih tinggi. Apalagi negara itu akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Spanyol dan Portugal.

Maroko lolos ke putaran final dengan catatan meyakinkan. Mereka menyapu bersih pertandingan kualifikasi zona Afrika Grup E dan tampil dominan atas lawan-lawannya.

Performa itu berlanjut pada laga persiapan menjelang Piala Dunia. Achraf Hakimi dan kawan-kawan menang 5-0 atas Burundi, mengalahkan Madagaskar 4-0, serta bermain imbang 1-1 melawan Norwegia.

Meski demikian, Brasil akan menjadi ujian yang berbeda. Kualitas individu, pengalaman, dan kedalaman skuad Selecao menjadikan pertandingan ini sebagai tolok ukur yang lebih akurat bagi Maroko.

Di kubu lawan, Brasil memulai turnamen dengan optimisme baru di bawah arahan Carlo Ancelotti. Pelatih asal Italia tersebut mendapat tugas mengakhiri penantian panjang Brasil untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia sejak terakhir kali menjadi juara pada 2002.

Perjalanan Brasil menuju Piala Dunia kali ini tidak sepenuhnya mulus. Mereka finis di peringkat kelima kualifikasi zona Amerika Selatan dengan 28 poin dari 18 pertandingan, tertinggal 10 poin dari Argentina yang menjadi pemuncak klasemen.

Namun, tanda-tanda perbaikan mulai terlihat menjelang turnamen. Brasil menang 6-2 atas Panama dan mengalahkan Mesir 2-1 dalam pertandingan persiapan.

Ancelotti menilai timnya memiliki bekal yang cukup untuk bersaing dengan negara mana pun di turnamen ini.

“Kami sangat yakin bisa menghadapi tim mana pun,” kata Ancelotti.

Brasil juga memiliki hubungan historis dengan Amerika Serikat. Negara itu menjadi tempat Selecao meraih gelar juara dunia keempat pada 1994 setelah mengalahkan Italia melalui adu penalti di final.

Dari sisi sejarah pertemuan, Brasil masih unggul atas Maroko. Dalam tiga pertandingan sebelumnya, Brasil memetik dua kemenangan, sedangkan Maroko meraih satu kemenangan.

Brasil menang 2-0 pada laga persahabatan di Belem pada 9 Oktober 1997. Setahun kemudian, mereka kembali menang 3-0 ketika bertemu Maroko pada fase grup Piala Dunia 1998 di Nantes, Prancis.

Adapun kemenangan Maroko terjadi dalam laga persahabatan di Tangier pada 25 Maret 2023. Saat itu, Singa Atlas mengalahkan Brasil dengan skor 2-1.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa jarak kualitas kedua tim semakin menyempit. Bagi Maroko, kemenangan atas Brasil tiga tahun lalu menjadi bukti bahwa mereka mampu bersaing dengan negara-negara elite sepak bola dunia.

Karena itu, pertemuan di New Jersey bukan sekadar perebutan poin di fase grup. Laga ini juga menjadi kesempatan bagi Brasil untuk menegaskan statusnya sebagai kandidat juara sekaligus panggung bagi Maroko untuk mempertahankan reputasi yang dibangun sejak Piala Dunia 2022.

Prediksi Susunan Pemain

Brasil (4-2-3-1):
Alisson Becker; Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Alex Sandro; Casemiro, Bruno Guimaraes; Raphinha, Lucas Paqueta, Vinicius Junior; Matheus Cunha.

Pelatih: Carlo Ancelotti.

Maroko (4-3-3):
Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Issa Diop, Chadi Riad, Noussair Mazraoui; Neil El Aynaoui, Ayyoub Bouaddi, Azzedine Ounahi; Brahim Diaz, Ayoub El Kaabi, Ismael Saibari.

Pelatih: Mohamed Ouahbi.

Wasit: Slavko Vincic (Slovenia).

***

Baca Juga: Korea Selatan vs Ceko, Pertemuan Perdana di Piala Dunia

Pos terkait