Ditulis oleh Edward Cornelyanto,
Mahasiswa Fakultas Bisnis dan Manajemen, Universitas Internasional Batam
Perkembangan pesat dalam berbagai macam bidang, seperti bidang teknologi dan ekonomi membawa risiko lain. Masyarakat pada umumnya tidak memperhatikan bahwa ada juga dampak negatif bagi lingkungan yang timbul seiring berkembangnya teknologi dan ekonomi, misalnya dalam perkembangan pasar ekonomi di Indonesia saat ini.
Banyak perusahaan yang melakukan kegiatan impor dan ekspor produk, yang di mana pada proses tersebut akan memperbanyak limbah sampah yang dihasilkan, terutama sampah plastik. Hingga sampai sekarang Indonesia dikenal sebagai penghasil sampah plastik terbesar ke-2 di seluruh dunia.
Apabila duduk perkara ini terus berlanjut tanpa menemukan solusi untuk mencegahnya, maka lingkungan akan makin rusak hingga generasi selanjutnya akan kekurangan sumber daya alam hayati karena lingkungan yang berpolusi akibat limbah dan sampah.
Adapun beberapa contoh masalah lingkungan yang sudah terjadi di Indonesia, sebagai contoh kondisi pencemaran atau polusi udara di DKI Jakarta, dan terjadinya peristiwa kebanjiran di daerah pulau jawa.
Selain itu, masalah lingkungan di Indonesia juga meningkat hingga ke kondisi iklim yang tidak normal, dimana dapat dilihat pada berita baru-baru ini bahwa di Surabaya terjadi perkara hujan batu es.

Sebab itu, sebagai mahasiswa Universitas Internasional Batam (UIB) menyadari bahwa pentingnya masalah lingkungan Indonesia diatasi secepatnya. Sehingga tim memutuskan untuk melaksanakan sebuah penyuluhan terhadap siswa siswi Kelas X IPS A sekolah SMA Santo Yusup dengan tema “Perlindungan Lingkungan”.
Tujuan dari adanya penyuluhan ini adalah agar siswa-siswi dapat sadar akan pentingnya menjaga dan memelihara lingkungan alam di sekitar pada sejak dini.
Hal pertama yang dilakukan tim adalah mengobservasi dan mengumpulkan data tentang kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Data dan kasus yang telah dikumpulkan oleh tim dirumuskan menjadi beberapa poin materi penting, antara lain: pengertian lingkungan; manfaat lingkungan; kondisi kritis lingkungan; penyebab kerusakan lingkungan; dan cara untuk melestarikan lingkungan. Berdasarkan materi yang telah dikumpulkan, tim menyusun atau membuat Powerpoint Presentation; Modul Pembelajaran; dan Video Pembelajaran yang berupa hasil luaran dari tim.
Pada tanggal 24 April 2022, proses penyuluhan dilaksanakan secara online via aplikasi Google Meet. Dalam penyuluhan tersebut, tim menjelaskan kepada para siswa-siswi tentang “Apa itu lingkungan?” dan “Manfaat Lingkungan Bagi Manusia”, adapun beberapa contoh manfaat yang telah dijelaskan yaitu: lingkungan menyediakan sumber air & oksigen yang merupakan sumber pokok dalam kelangsungan hidup manusia.
Hal ini dijelaskan dengan tujuan siswa-siswi dapat mengerti bahwa mengapa suatu lingkungan perlu dilestarikan.
Materi yang dijelaskan selanjutnya berupa “Macam-macam Kegiatan Manusia yang Merusak Lingkungan” dan “Permasalahan Lingkungan Hidup di Indonesia” dengan tujuan para siswa-siswi dapat mengenal dan memahami perbuatan seharian apa saja yang telah merusak lingkungan dan kondisi krisis lingkungan Indonesia sekarang.
Materi terakhir yang dijelaskan merupakan “Cara Untuk Memelihara Lingkungan”, materi tersebut merupakan inti utama dari penyuluhan dengan tujuan agar para siswa-siswi dapat mengenal dan memahami perbuatan atau usaha apa saja yang dapat dilakukan untuk melestarikan lingkungan Indonesia.
Setelah penyuluhan selesai dilakukan, tim melanjutkan dengan memberi kuis kuesioner dan membuka sesi pertanyaan, dimana para siswa-siswi sangat aktif dalam proses pengerjaan kuis yang diberikan.
Selain itu, siswa-siswi juga sangat aktif dalam memberi pertanyaan tentang topik lingkungan ini. Salah satu contoh pertanyaan yang diberikan adalah “Apa yang seharusnya kami lakukan, apabila kita melihat adanya orang yang membuang sampah sembarangan di depan mata kami?”.
Adapun jawaban yang kami berikan, yaitu “apabila melihat kasus tersebut, sebaiknya kita membuang sampah tersebut pada tempatnya dan mencoba untuk menegur individu tersebut dengan baik untuk membuang sampah pada tempatnya”.
Untuk menyemangati para siswa-siswi, tim memutuskan untuk memberikan hadiah atau prize kepada beberapa siswa-siswi yang lebih aktif dalam proses menjawab soal kuis dan memberikan pertanyaan.
Dengan adanya penyuluhan ini, tim berharap:
1. Bahan ajar digital yang telah disusun/dihasilkan, tim berharap Bahan ajar tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dalam mendidik para siswa-siswi tentang pentingnya perlindungan lingkungan.
2. Mendidik sikap/perilaku para siswa-siswi dalam kehidupan sehari-hari, untuk selalu ingat menjaga kelestarian lingkungan, yang mungkin dapat mulai dari hal kecil seperti buang sampah pada tempatnya.
3. Guru-guru SMA Santo Yusup seharusnya lebih ikut berpartisipasi dalam kegiatan atau perbuatan melestarikan lingkungan, sehingga dapat menjadi suatu pembelajaran bagi para siswa-siswi.
***
* Isi tulisan di luar tanggungjawab gokepri.com
* Tulisan dalam rangka Implementasi dan Output PASEPRO (Pancasila Social Experimental Project) oleh Mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Internasional Batam








