Batam (gokepri) – Target 3 juta kunjungan wisatawan ke Kepulauan Riau tahun ini diragukan tercapai. Kebijakan relaksasi visa yang diharapkan menjadi insentif untuk menarik wisatawan mancanegara belum ada kepastian.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Guntur Sakti, mengatakan target 3 juta kunjungan merupakan target ambisius. Dinas Pariwisata optimistis di awal, karena target tersebut menjadi key performance indicator (KPI) bersama antara Kepri dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Baca:
- Tenaga Ahli asal Singapura Dapat Kemudahan Visa Kunjungan ke Kepri
- Visa 7 Hari demi Kejar Target Kunjungan Wisman ke Kepri
- Penerapan Short Visa di Kepri Tunggu Restu Kemenkumham
“Target 3 juta (kunjungan wisman) itu memang ambisius, berat. Karena kita dulu awal-awalnya optimis ketika target 3 juta itu menjadi KPI bersama, KPI Kepri dan KPI Kemenpar,” kata Guntur, pada Senin, 10 Juni 2024.
Guntur menjelaskan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf), Sandiaga Uno Salahudin, ingin memberikan relaksasi kebijakan visa. “Maka diperjuangkanlah tanggal 10 Januari itu permintaan PNBP untuk visa yang sudah disetujui oleh Kemenkumham,” ujarnya.
Namun, hingga saat ini permintaan relaksasi kebijakan visa tersebut belum ada kepastian. Padahal pihaknya sudah mengirim surat untuk kedua kalinya. “Tapi hilalnya sampai hari ini belum kelihatan dan sudah kami lapis lagi dengan surat kedua. Sampai hari ini juga belum turun,” katanya.
Menurut Guntur, kebijakan tersebut bisa menjadi insentif untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara. “Kalau kebijakan itu turun, mudah-mudahan akan menjadi insentif untuk menarik kunjungan,” katanya.

Sementara itu, Ahli Utama Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Nia Niscaya mengatakan, keputusan relaksasi itu masih menunggu Kementerian Keuangan.
“(VoA) itu kan sebetulnya keputusan harga, ada di Kementerian Keuangan. Yang jelas dari sisi Kemenparekraf sudah kembali menulis surat, memohon kepastian berapa harganya,” kata Nia.
Diberitakan, Dinas Pariwisata Kepulauan Riau tengah berupaya menarik lebih banyak wisatawan mancanegara pada 2024. Berharap pemerintah pusat memberlakukan kebijakan khusus tarif visa agar kunjungan turis asing meningkat.
Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau mengusulkan skema short time visa yaitu visa kedatangan tujuh hari. Tarif visa ini lebih murah yakni USD10 atau sekitar Rp150.000 dari rata-rata sekarang USD50.
Berdasarkan usulan, permintaan VoA 7 hari ini tetap sebesar USD10 atau setara sekitar Rp150.000. Permintaan pengurangan biaya VoA tersebut sudah gencar diusulkan pemerintah daerah terutama Provinsi Kepri sejak pandemi COVID-19 terjadi. Upaya itu dilakukan untuk memperbaiki ekonomi Kepri melalui sektor pariwisata.
Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) termasuk tiga daerah tertinggi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) setelah Bali dan Jakarta. Setidaknya terdapat dua skema turis masuk ke Kepri yang saat ini sudah berjalan.
Pertama, skema bebas visa kunjungan. Skema ini berlaku untuk 9 negara ASEAN yaitu Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam. “Plus satu lagi Timor Leste,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepri Guntur Sakti pada Kamis, 15 Mei 2024.
Skema kedua yaitu turis membayar visa on arrival untuk 30 hari sebesar USD50 atau lebih kurang Rp750 ribu. Ini berlaku untuk 97 negara di dunia.
Jika skema yang ketiga ini disahkan oleh pemerintah pusat otomatis akan menaikkan jumlah kunjungan wisman ke Kepri. “Kalau ini (VoA 7 hari) ada, insyaallah sampai target (kunjungan wisman) kita,” katanya.
Kata Guntur, apalagi saat ini target pasar wisman sangat besar untuk daerah Kepulauan Riau. “Sebenarnya target tersebut sudah berada di depan mata,” kata Guntur.
Saat ini menurut data Disbudpar Kepri jumlah kunjungan turis ke Kepri selama Januari-Maret 2024 masih berada di angka 377.000 kunjungan. Artinya angka tersebut masih 10 persen dari target yang diberikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sebesar 3 juta kunjungan selama 2024.
“Pak Menteri sekarang istikamah berjuang,” kata Guntur.
Dispar Kepri berambisi menyerap 23-25 persen volume kunjungan wisatawan asing yang datang ke Indonesia pada 2024. Pada akhir 2023, kunjungan pelancong dari luar negeri ke Kepri ini menembus 1,5 juta orang. Sebanyak 70 persen dari jumlah itu masuk melalui Batam.
Penulis: Muhammad Ravi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









