BTP Targetkan Terminal Batu Ampar Berkapasitas 1,6 Juta TEUs pada 2028

Direktur PT Batam Terminal Petikemas (BTP) Basori Alwi. (foto: engesti/gokepri.com)

BATAM (gokepri.com) – PT Batam Terminal Petikemas (BTP) menargetkan kapasitas Terminal Peti Kemas Batu Ampar meningkat menjadi 1,6 juta twenty-foot equivalent units (TEUs) per tahun pada 2028.

Pengembangan tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi Batam sebagai hub transshipment internasional sekaligus menjadi alternatif pelabuhan penghubung di kawasan yang selama ini didominasi Singapura.

Direktur PT Batam Terminal Petikemas (BTP), Basori Alwi mengatakan peningkatan kapasitas itu merupakan bagian dari kewajiban perusahaan dalam perjanjian kerja sama pengelolaan terminal.

“Sesuai perjanjian, kami berkewajiban mengembangkan kapasitas Terminal Batu Ampar hingga mencapai 1,6 juta TEUs per tahun. Target kami pada 2028 kapasitas tersebut sudah terwujud,” kata Basori di Batam.

Untuk mendukung target itu, BTP akan menambah enam unit ship-to-shore crane (STS) dan 27 unit rubber tyred gantry (RTG) guna meningkatkan kemampuan bongkar muat peti kemas.

Menurut Basori, pengembangan kapasitas dilakukan seiring meningkatnya arus peti kemas dan kunjungan kapal internasional ke Pelabuhan Batu Ampar. Saat ini kapasitas terminal telah meningkat dari sekitar 350.000 TEUs menjadi sekitar 900.000 TEUs per tahun.

Ia mengatakan sekitar 60 persen kapasitas terminal saat ini telah terpakai sehingga perlu dilakukan ekspansi agar mampu mengakomodasi pertumbuhan perdagangan internasional dan layanan pelayaran langsung (direct call).

“Kami ingin menjadikan Batam sebagai hub transshipment. Karena itu kami menggandeng Batu Ampar Container Terminal (BACT) sebagai operator terminal berstandar internasional agar semakin banyak perusahaan pelayaran memilih Batu Ampar sebagai pelabuhan singgah,” ujarnya.

Basori menambahkan pengembangan tahap berikutnya juga mencakup pengerukan kolam pelabuhan agar mampu disandari kapal berukuran lebih besar.

“Dengan peningkatan kedalaman kolam, Batu Ampar diharapkan dapat melayani kapal-kapal generasi terbaru yang memiliki kapasitas angkut lebih besar,” kata dia

Di sisi konektivitas, Terminal Batu Ampar kini telah melayani jaringan direct call ke 32 pelabuhan internasional di Asia, termasuk China, India, Thailand, Myanmar, dan Kamboja. Ke depan, BTP menargetkan perluasan rute langsung hingga Timur Tengah, Eropa, Afrika, bahkan Amerika Serikat.

“Harapan kami setelah pengembangan tahap kedua selesai, konektivitas Batam akan semakin luas sehingga pelayaran langsung dapat menjangkau lebih banyak negara di dunia,” kata Basori.

  • Tren Positif Kinerja Terminal

Kinerja terminal juga menunjukkan tren positif. Selama Januari hingga Mei 2026, BTP mencatat 106 kunjungan kapal internasional atau meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 34 kunjungan.

Frekuensi layanan direct call kini mencapai rata-rata 18 hingga 20 kunjungan kapal setiap bulan, naik dibandingkan sebelumnya yang hanya sekitar 10 kunjungan per bulan.

Pada periode yang sama, arus peti kemas mencapai 221.183,75 TEUs. Peningkatan tersebut didorong bertambahnya aktivitas ekspor-impor serta perluasan kapasitas terminal yang memungkinkan proses bongkar muat berlangsung lebih cepat dan efisien tanpa harus transit di Singapura.

Pengembangan infrastruktur juga terus dilakukan dengan memperluas container yard dari sekitar 3,8 hektare menjadi 12,5 hektare. Selain itu, BTP telah menambah empat unit quay crane dan 10 unit RTG pada 2025 untuk meningkatkan produktivitas terminal.

Basori mengatakan BTP bersama Batu Ampar Container Terminal (BACT) juga terus mengembangkan sistem operasional berbasis digital guna meningkatkan efisiensi pelayanan kepelabuhanan.

“BP Batam bersama BTP dan BACT akan terus melanjutkan program-program strategis untuk mendukung pertumbuhan investasi dan memperkuat daya saing logistik nasional,” ujar Basori.

Penulis: Engesti

Pos terkait