BPTD Dorong Angkutan Umum di Kepri Laik Jalan

Kepala BPTD Kelas II Kepri, Dini Kusumahati Damarintan paparkan upaya yang dilakukan pihaknya untuk meningkatkan keselamatan di jalan raya. Foto: Istimewa/Dok. BPTD Kepri

Batam (gokepri.com) – Dalam upaya mendorong angkutan umum orang laik jalan, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepulauan Riau (Kepri) mengadakan Forum Keselamatan Lalu Lintas (FKLL).

Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengusung tema “Upaya Menciptakan Angkutan Umum dan Angkutan Pariwisata yang Aman dan Berkeselamatan”. Kegiatan digelar di ruang rapat Nagoya Mansion Hotel and Residence, Kamis, 20 Juni 2024.

FKLL ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Pengusahaan Batam, Kapolda Kepri, Kadishub Provinsi Kepri, PT Jasa Raharja Kepri, Kadinkes Kepri, Kapolres Kota Barelang, Kapolres Kota Tanjung Pinang, Kadishub Kota Batam, Kadishub Kota Tanjung Pinang, Kapolres Bintan, Kadishub Kabupaten Bintan, Dinas Kesehatan Kota Batam serta Diskominfo Kota Batam.

Baca Juga: BPTD Kepri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Arus Mudik Lebaran

“Mengingat banyaknya kejadian fatalitas di jalan raya diakibatkan oleh angkutan umum orang yang tidak laik jalan, maka perlu dilakukan upaya preventif serta represif,” kata Kepala BPTD Kelas II Kepri, Dini Kusumahati Damarintan.

Menurut Dini, koordinasi dengan instansi terkait dapat dilakukan secara maksimal untuk meningkatkan keselamatan transportasi terutama di jalan raya.

Dini mencontohkan, insiden laka lantas yang terjadi di Subang pada angkutan umum orang yang terjadi beberapa waktu lalu, menjadi hal yang perlu diperhatikan untuk semua wilayah khususnya di wilayah Kepulauan Riau.

Dengan alasan tersebut, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan, seperti memerhatikan laik jalan kendaraan dengan dilakukan rampcheck gabungan bersama instansi terkait secara berkala, pemasangan APC di sepanjang jalan nasional Kepri, pemasangan APC di belakang kendaraan, dan pemisahan lajur roda dua dan roda empat.

Ia melanjutkan, juga akan membagikan 300 stiker terkait larangan merokok di angkutan umum dari dinas kesehatan.

Selain itu, pihaknya juga menekankan pentingnya penerapan jam operasional kendaraan angkutan barang dan perlunya koordinasi bersama Direktorat Infrastruktur kawasan terkait pembangunan jalan dan perlengkapan jalan.

“BPTD Kepri tidak bisa melakukannya sendiri, melainkan perlu kerja sama dengan stakeholder lain agar keselamatan lalu lintas dapat terlaksana dengan baik,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

BAGIKAN