Tanjungpinang (gokepri.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepri beberkan tiga daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kepri.
Hal ini berkaitan dengan potensi kemarau dan dampak fenomena El Nino di Kepri yang diprediksi terjadi mulai Juli hingga September 2023.
Kepala BPBD Kepri Muhammad Hasbi mengatakan pihaknya telah memetakan beberapa wilayah di Kepri yangrawan karhutla, yaitu Kabupaten Natuna, Kabupaten Anambas, dan Kabupaten Bintan.
Baca Juga: Fenomena El Nino, Sejumlah Daerah Kepri Rawan Kekeringan
“Tiga daerah ini rawan karhutla karena area hutannya lebih luas dibanding kabupaten kota lainnya di Kepri,” ungkapnya, Minggu 11 Juni 2023.
Masyarakat juga diminta untuk tidak buang puntung rokok sembarangan karena bisa memicu karhutla. Apalagi jika membuangnya di area lahan atau hutan yang rawan terbakar.
“Sekarang sudah masuk musim kemarau, sehingga puntung rokok pun berisiko besar memicu terjadinya karhutla,” ujarnya.
Selain itu, Hasbi juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan maupun hutan dengan cara sengaja dibakar karena kobaran api berpotensi meluas dipicu kemarau.
Tindakan membuang puntung rokok apalagi membakar lahan dan hutan dengan sengaja yang berdampak menimbulkan karhutla dapat menyeret pelakunya ke ranah hukum.
“Pelaku penyebab karhutla bisa diancam pidana 10 tahun penjara hingga denda miliaran rupiah,” ujar Hasbi.
Tidak hanya memicu potensi karhutla, kondisi kemarau di tahun ini juga bisa memicu kekeriangan air dan mengakibatkan penurunan produksi pertanian.
Pihaknya bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi guna mengantisipasi dampak musim kemarau, mulai dari ancaman kekeringan air bersih karhutla, serta keterbatasan stok bahan pangan.
“Kami sudah meminta masing-masing pemerintah kabupaten/kota se-Kepri mensosialisasikan dampak kemarau bagi masyarakat, sehingga diperlukan langkah-langkah antisipasi bersama seluruh elemen masyarakat,” ucap Hasbi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: Antara









