Bintan Alumina Kejar Target Produksi 2 Juta Ton

bintan alumina
Aktivitas di Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang, Bintan yang dikelola PT BAI (Antara/Nikolas Panama)

Tanjungpinang (gokepri.com) – PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) menargetkan mampu mengolah 2 juta ton bauksit menjadi alumina pada 2021.

Direktur PT BAI Santoni mengatakan smelter atau fasilitas pengolahan hasil tambang yang berfungsi meningkatkan kandungan logam, mulai beroperasi awal tahun 2021. Bauksit yang diolah tidak hanya berasal dari Kepulauan Riau (Kepri), tapi juga dari wilayah lainnya seperti Kalimantan.

“Yang penting batu bauksit sesuai dengan standar yang kami butuhkan dan memiliki legalitas. Kami butuh bauksit seperti itu,” ujarnya, Rabu (2/12/2020).

HBRL

Ia mengemukakan alumina yang diproduksi PT BAI akan diekspor ke berbagai negara. Sejumlah perusahaan yang memproduksi pesawat di Amerika Serikat sudah memesan alumina dari PT BAI.

“Kami optimistis banyak negara yang akan membeli alumina dari PT BAI,” ucapnya.

Santoni mengatakan investasi yang ditanamkan perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) di Galang Batang sejak 2017 itu mencapai Rp15 triliun. Nilai investasi akan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan.

“Nilai investasi yang ditanamkan sangat besar dan akan terus bertambah,” kata Santoni.

Saat ini, kata dia, PT BAI terus melakukan pembebasan lahan. Lahan yang dibutuhkan perusahaan itu sekitar 2.300 hektare di KEK Galang Batang.

“Kami tidak mendesak warga, pemilik lahan untuk menjual lahannya. Namun kami memberi pemahaman bahwa perusahaan yang menyerap tenaga kerja lokal itu membutuhkan lahan tersebut untuk beroperasi,” tutur Santoni. (can/ant)

Editor: Candra Gunawan

|Baca Juga:

Pos terkait