Bawaslu Kepri Periksa 14 Saksi Terkait Dugaan Politik Uang

bawaslu awasi medsos asn
Komisioner Bawaslu Kepri, Febriadinata. Foto: Gokepri.com/Engesti

Tanjungpinang (gokepri.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepri terus melakukan pengusutan terkait dugaan politik uang yang melibatkan calon DPD RI Ria Saptarika di Belakang Padang, Kota Batam.

Sebanyak 14 orang saksi terkait dugaan tersebut telah diperiksa. Selain itu dua terlapor yaitu Ria Saptarika dan anaknya Abdurrachman Zhafir Ria Saptarika yang juga seorang caleg DPRD Batam juga telah diperiksa.

“Pemeriksaan saksi dan terlapor digelar pada tanggal 12-16 Februari 2024,” kata Anggota Bawaslu Kepri, Febriadinata di Tanjungpinang, Rabu.

Baca Juga: Senator Ria Diterpa Isu Politik Uang

Febri menyebut saat ini pihaknya tinggal melakukan pembahasan lebih lanjut bersama Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang terdiri dari Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan.

Hasil pembahasan tersebut akan menjadi penentu apakah kasus dugaan politik uang yang dilakukan calon DPD Ria Saptarika itu naik ke tahap penyidikan atau justru dihentikan.

“Target kami, dalam pekan ini sudah ada hasil pembahasannya,” ujar Febri.

Sebelumnya kasus dugaan politik uang ini merupakan temuan Panwascam Belakang Padang, yang kemudian diambil alih oleh Bawaslu kepri.

“Kasus ini sudah ditingkatkan jadi temuan Bawaslu,” ujar Febri.

Sementara itu, calon senator DPD RI yang juga Anggota DPD RI periode 2019-2024, Ria Saptarika membantah melakukan politik uang saat melaksanakan kegiatan di Kecamatan Belakang Padang, Batam, Kepri beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan salah satu agendanya sebagai anggota DPD RI dalam menghimpun aspirasi masyarakat di hinterland.

“Lalu, untuk pembagian uang itu memang ada aturannya dan memang wajib disalurkan ke masyarakat. Jadi itu acara resmi DPD RI di Kepri, bukan politik uang sebagai calon DPD,” kata Ria.

Ia juga memberikan klarifikasi terkait alat peraga kampanye (APK) berupa spanduk dirinya yang kembali maju DPD RI daerah pemilihan Provinsi Kepri pada kontestasi Pemilu 2024 serta kehadiran anaknya di lokasi tersebut.

Dia mengklaim acara memang digelar di lokasi itu yang merupakan milik orang tua dari stafnya. APK tersebut sudah lama terpasang sebelum kegiatannya dilaksanakan.

“Terkait adanya anak saya di lokasi itu, bukan sebagai caleg DPRD Batam, tapi ketua panitia acara dan mendampingi kegiatan tersebut,” kata Ria.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

BAGIKAN