Batam Bertarung Melawan Serbuan Api

Kebakaran hutan di batam
Kebakaran hutan di kawasan Bandara Hang Nadim, Kota Batam, Senin (22/2/2021). (foto: istimewa)

Batam (Gokepri.com) – Aparat dan petugas pemadam masih berjibaku mematikan api yang melahap hutan di Kota Batam. Hasil kerja mereka berhasil menyelamatkan banyak hutan dari jilatan api yang telah menyerbu lebih dari 10 lokasi.

Api sudah melalap puluhan hektare lahan dan hutan di Batam. Petugas Manggala Agni Sumatera VIII Batam sejak awal bulan ini telah berjibaku menyelamatkan hutan siang dan malam agar kobaran tak meluas.

Sudah dua pekan lebih mereka mengurus bencana kebakaran hutan dan lahan. Memasuki pertengahan Februari, titik api meluas, hamparan jelaga masih kelihatan.

Dalam hitungan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam, luas hutan dan lahan yang diserbu api sudah lebih dari 10 hektare di 10 lokasi hingga Rabu 24 Februari 2021. Tak cuma di pulau utama atau Mainland, kobaran api di Kota Batam muncul di pulau penyangga atau Hinterland.

“Titiknya lebih dari 10. Luasannya, yang di Galang (pulau) saja 10 hektare, tempat yang lain di bawah itu. Di Nongsa sekitar lima hektare,” kata Azman seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, Rabu (24/2/2021)

Beberapa lokasi kebakaran telah berhasil dipadamkan bersama-sama pihaknya, TNI, Pori, Manggala Agni, dan pemadam kebakaran dari Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam.

“Kami belum dapat rekap keseluruhan untuk Kota Batam. Tapi yang di bandara, Bukit Daeng sudah terselesaikan,” kata dia.

Ia menyatakan, penanganan kebakaran berbeda, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Seperti yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir Telaga Punggur.

Karena di TPA terdapat tumpukan sampah yang mengandung zat metan, maka pihaknya memadamkan api dengan menimbun tanah menggunakan alat berat, kemudian didukung dengan penyiraman.

Menurut dia, cara itu lebih efektif dibanding hanya menyiram dengan air. “Kalau pakai air atau hujan deras, seminggu berturut-turut baru padam,” kata dia.

Saat ini, kondisi di TPA Telaga Punggur masih berasap, namun sudah tidak ada api lagi.

Sedangkan pemadaman di lokasi lain, seperti di Pulau Galang, dilakukan dengan penyiraman menggunakan air dalam tangki didukung water canon milik Polda Kepri. Pihaknya bersama Polda dan pihak terkait lainnya melakukan apel sebagai upaya mengantisipasi kebakaran hutan yang masih mungkin terjadi.

Berdasarkan laporan BMKG, kata dia, cuaca di Batam panas, sehingga rentan untuk terjadi kebakaran.

“Untuk itu, kami mengimbau jangan membakar. Apa pun itu, baik sampah rumah tangga dan sebagainya. Jangan buang puntung rokok sembarangan, terutama pengguna kendaraan. Karena sekarang lagi musim panas,” kata dia.

Disinggung mengenai alat kerja, ia mengakui ada beberapa bagian yang harus diperbaiki. Saat proses pemadaman kebakaran hutan di Pulau Galang, terdapat tali pompa yang putus, dan saat ini sedang diperbaiki. Saat ini Pemkot Batam, memiliki tujuh armada pemadam kebakaran, tiga tangki dan empat penyemprot.

Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman bahkan turun langsung ikut memadamkan api, Selasa (23/2/2021) sore. Polda menurunkan banyak personel, mobil AWC Polresta Barelang, dan AWC Sat Brimobda Polda Kepri untuk mematikan api.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin mengatakan Pemko Batam melaksanakan seluruh arahan Presiden Joko Widodo tentang penanganan karhutla. “Ada beberapa hal yang tadi ditekanan oleh presiden, kami siap melaksanakannya di Batam,” kata Jefridin.

Kepala Daops Manggala Agni Sumatera VIII Batam, Patris Lulumba, mengungkapkan Manggala Agni turun mematikan api mulai 4 Februari 2021. “Yang sudah selesai (padam) itu di Tembesi, Sagulung, Sei Beduk, Galang dan Nongsa,” ujar dia, Selasa.

Menurut dia, kebakaran lahan di Batam masih relatif bisa ditangani pihaknya bersama dengan Dinas Pemadam Kebakaran setempat.

Menurut dia, kebakaran lahan di Batam masih relatif bisa ditangani pihaknya bersama dengan Dinas Pemadam Kebakaran setempat.

Menurut dia, kondisi cuaca saat ini ekstrem, dengan tingkat bahan yang mudah terbakar relatif tinggi.

Ia menjelaskan, terakhir kali pemadaman lahan dilakukan pada April 2020, sehingga bahan organik yang mudah terbakar kini jumlahnya sudah banyak.

Sementara itu, berdasarkan laporan potensi kebakaran hutan BMKG, tingkat kemudahan terbakar di seluruh wilayah Kepri masuk dalam kategori merah atau sangat mudah terbakar. Data itu berlaku untuk 24 Februari 2021. Selain Kepri, sebagian besar wilayah Sumatra pesisir timur juga masuk kategori merah.

(Can)

|Baca Juga:

BAGIKAN