Batam Aero Technic Targetkan Penambahan Kapasitas MRO Jadi 50 Pesawat

Batam Aero Technic
Bengkel pesawat milik Batam Aero Technic di KEK MRO, Bandara Hang Nadim Batam. (foto: Getty Images)

Batam (gokepri.com) – Batam Aero Technic berambisi melipatgandakan kapasitas bengkel pesawatnya menjadi 50 pesawat. Menghitung-hitung pangsa penerbangan domestik dan ditopang penetapan kawasan ekonomi khusus.

Target itu sudah dimulai BAT. Perseroan yang berafiliasi dengan Lion Air Group akan menambah kapasitasnya pada akhir tahun ini dengan tambahan lini MRO untuk enam pesawat. Dengan perluasan ini, total kapasitas BAT di Bandara Hang Nadim Batam menjadi 21 pesawat.

Tambahan kapasitas itu dinilai belum cukup. BAT dan investor berniat melipatgandakan kapasitas MRO menjadi 50 pesawat. Target ini dipasang setelah Bandara Hang Nadim ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) untuk industri perbaikan dan perawatan pesawat atau MRO.

HBRL

BAT melihat pangsa pasar penerbangan domestik Indonesia yang besar setiap tahunnya sehingga perlu diimbangi dengan lini MRO yang memadai.

“Indonesia sebelum pandemi memiliki 100 juta penumpang domestik setiap tahunnya dan Lion Air Group memiliki pangsa terbesar,” ujar President Director Batam Aero Technic I Nyoman Rai Pering dalam forum virtual MRO-Asia Pacific baru-baru ini seperti dikutip dari media industri penerbangan asal Singapura, aviationweek.com.

Selama pandemi, BAT menyadari diperlukan lebih banyak kemampuan internal dan membuat langkah untuk meningkatkan digitalisasi dan meningkatkan efisiensi biaya.

I Nyoman Pering mengatakan masa jeda adalah saat yang tepat untuk mengembangkan keterampilan tenaga kerja—baik teknisi saat ini maupun masa depan—untuk meningkatkan daya saing perusahaan.

Menjadi penyedia MRO untuk Lion Air Group, BAT saat ini memiliki sertifikasi FAA untuk pesawat Boeing 737NG.

Pering mengatakan perusahaan berharap untuk mencapai sertifikasi EASA untuk seri Airbus A320, baik pada tahun 2022 atau 2023.

KEK BAT adalah zona ekonomi khusus pertama di Pulau Batam yang dialokasikan oleh pemerintah dan diperkirakan akan mendapat investasi hingga Rp6,2 triliun (USD435,5 juta) hingga tahun 2030 untuk membangun fasilitas MRO pendukung.

BAT-SEZ juga akan mempekerjakan 9.976 pekerja dengan kerangka waktu yang sama. Foto satelit menunjukkan petak besar lahan kosong di sekitar Bandara Internasional Hang Nadim Batam (BTH), dengan BAT saat ini mengambil sebagian kecil di ujung utara landasan pacu.

KEK BAT ditetapkan melalui PP No.67/2021. PP-nya diserahkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Dewan Kawasan Batam Airlangga Hartarto pada Sabtu 12 Juni 2021.

Penetapan KEK tersebut bernilai strategis dalam mendukung pengembangan Kawasan Batam, Bintan dan Karimun yang saat ini telah dikembangkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas atau Free Trade Zone yang telah mampu menarik investasi, baik asing maupun dalam negeri.

Presiden Direktur Lion Group Edward Sirait mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh BP Batam dalam membantu kemudahan berinvestasi.

“Tak kurang dari 2 minggu proses pencarian lahan untuk berinvestasi di Batam dapat terealisasi. Hal ini merupakan sebuah komitmen dalam memperlancar dan mewujudkan keberhasilan pengembangan KEK BAT di Batam,” kata Edward Sirait saat memberikan sambutan di acara tersebut.

Kehadiran KEK ini diharapkan dapat menghemat devisa 65-70% dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai Rp 26 triliun per tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri.

Dalam jangka menengah diharapkan mampu menangkap peluang dari pasar Asia Pasifik yang diprediksi memiliki rata-rata (kisaran) 12.000 unit pesawat udara dan nilai bisnis sebesar US$ 100 miliar pada 2025.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyambut baik penyerahan PP 67 dan PP 68 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) BAT dan KEK Nongsa. Kepala BP Batam juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah kepada Batam.

“Kita berterima kasih (kepada Pemerintah Pusat) dan sangat bangga bahwa urusan kita yang setahun lalu sudah terselesaikan. Kita berharap dengan kemudahan-kemudahan dalam KEK ini akan membantu pertumbuhan ekonomi Kota Batam, karena ini yang sudah lama ditunggu sebagai salah satu persyaratan administrasi,” ujar Muhammad Rudi.

Rudi juga mengatakan pihaknya berharap investasi Batam Aero Technic (BAT) dalam tahun 2027 kelak akan bisa menerima tenaga kerja sampai dengan sepuluh ribu orang.

“Sekarang sudah seribu lebih tenaga kerjanya, kita bandingkan nanti sepuluh ribu. Seribu lebih saja investasinya sudah berapa triliun atau nanti sampe tahun 2027 kita bisa bayangin puluhan triliun, artinya anak-anak Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau ataupun Indonesia tentu nantinya akan ramai untuk belajar dan bekerja di bidang kedirgantaraan di Kota Batam, baik itu pembuatan pesawat, pemotongan pesawat, teknisi mesin dan semuanya. Ini yang kita cari sebetulnya supaya Batam betul-betul berkembang,” paparnya. (Can)

|Baca Juga: Jadi KEK, Batam Aero Technic Investasi Rp7,29 Triliun

 

Pos terkait