Balita Meninggal Diduga Akibat Terlambat Dirujuk, Kadinkes Tanjungpinang Janji Evaluasi

Warga Tanjungpinang Kota Covid-19
RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. Foto: Dok. Gokepri.com

TANJUNGPINANG (gokepri.com) – Balita berusia 4 tahun asal Kampung Bugis meninggal dunia, diduga akibat keterlambatan penanganan medis dan proses rujukan dari Puskesmas Kampung Bugis.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya FA, balita tersebut. Meski sempat sampai ke RSUP Raja Ahmad Tabib, tapi nyawa balita tersebut tak lagi tertolong.

“Kami turut berduka cita dan merasakan kesedihan keluarga yang ditinggalkan. Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Rustam, Rabu (5/3/2025), dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.

HBRL

Baca Juga: Kasus TB di Tanjungpinang Meningkat, Warga Diminta Periksa dan Berobat Tuntas

Rustam menjelaskan kronologi penanganan medis terhadap FA. Menurutnya, balita tersebut pertama kali dibawa ke Puskesmas Kampung Bugis dengan keluhan diare, muntah, dan demam dengan suhu 37,5 derajat.

Saat diperiksa, pasien masih sadar penuh dan diberikan oralit serta obat penurun panas. Orang tua pasien disarankan membawa anaknya ke rumah sakit jika kondisinya tidak membaik.

Sekitar pukul 14.00 WIB, karena kondisi FA semakin lemas, orang tuanya kembali ke puskesmas. Petugas segera membawanya ke IGD dan menemukan tanda-tanda penurunan kesadaran serta kejang. Pasien langsung diberikan oksigen, obat kejang, dan obat demam.

“Pukul 14.20 WIB, kondisi pasien tetap tidak membaik. Puskesmas terus memberikan penanganan hingga pukul 14.38 WIB petugas mencoba menghubungi RSUD Tanjungpinang, tetapi beberapa kali panggilan tidak tersambung,” jelas Rustam.

Sekitar pukul 15.20 WIB, petugas akhirnya berhasil menghubungi RSUD Tanjungpinang dan melaporkan kondisi pasien. Namun, karena keterbatasan alat bantu napas (CPAP), rumah sakit tersebut mengarahkan agar pasien dirujuk ke RSUP Raja Ahmad Tabib.

Proses rujukan pun dilakukan, tetapi upaya menghubungi RSUP Raja Ahmad Tabib mengalami kendala. Empat kali panggilan telepon sejak pukul 15.31 WIB tidak diangkat, hingga akhirnya baru tersambung pada pukul 15.56 WIB. Pihak RSUP meminta puskesmas mengirimkan laporan kondisi pasien.

Hingga pukul 16.33 WIB, Puskesmas Kampung Bugis masih menangani pasien karena RSUP belum memberikan tanggapan. Dokter spesialis di RSUP RAT disebut masih menunggu hasil evaluasi.

Karena tidak kunjung mendapat respons, pukul 17.01 WIB tenaga medis puskesmas berinisiatif menghubungi RSUD Tanjungpinang. Namun, rumah sakit tersebut tetap menyarankan rujukan ke RSUP RAT mengingat fasilitas yang lebih memadai.

Rasa cemas dan khawatir semakin dirasakan keluarga dan tenaga medis puskesmas. Pada pukul 17.19 WIB, petugas kembali mengonfirmasi RSUP RAT, tetapi baru mendapatkan jawaban pada pukul 17.24 WIB, yang menyebutkan bahwa pihak rumah sakit masih menunggu tanggapan dokter spesialis. Pukul 17.37 WIB, RSUP RAT mengirim pesan ke puskesmas, menanyakan kesadaran pasien dan meminta kiriman video kondisi pasien.

“Kami tidak ingin mencari siapa yang salah dalam peristiwa ini. Namun, petugas Puskesmas Kampung Bugis telah menjalankan prosedur sesuai SOP, termasuk mencatat dan merekam komunikasi dengan rumah sakit. Kami sangat berduka atas kejadian ini. Sebagai orang tua, saya juga merasakan kesedihan keluarga pasien,” ujar Rustam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait